HARIAN NEGERI, Pemalang - Dewan Pimpinan Daerah Front Persaudaraan Islam (DPD FPI) Jawa Tengah mengeluarkan pernyataan sikap keras atas insiden penyerangan brutal terhadap acara tabligh akbar yang digelar di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, pada Rabu malam (23/7). Acara yang dihadiri oleh tokoh sentral Al-Habib Rizieq Shihab (HRS) tersebut mendadak berubah mencekam saat sekelompok massa menyerang para jamaah secara brutal.
Menurut keterangan resmi DPD FPI Jawa Tengah, aksi penyerangan dilakukan oleh kelompok yang mereka identifikasi sebagai PWI-LS, menggunakan kayu, batu, hingga senjata tajam. Penyerangan yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB itu menyebabkan sedikitnya lima orang mengalami luka-luka, serta memicu kepanikan di tengah ribuan jamaah, termasuk ibu-ibu dan anak-anak.
Sekretaris DPD FPI Jawa Tengah, Ustadz Amir Hamzah, menegaskan bahwa penyerangan tersebut bersifat terorganisir dan terencana.
“Ini bukan serangan spontan. Ada indikasi kuat bahwa aksi ini telah dirancang secara sistematis,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (25/7).
Ia juga menyebut bahwa pola kekerasan ini menyerupai modus operandi yang terjadi pada masa pemberontakan PKI tahun 1948 dan 1965, yang menyasar para ulama dan kegiatan pengajian.
“Kelompok ini telah menjadi ancaman serius bagi persatuan nasional, dengan tindakan yang rasis, fasis, dan diskriminatif,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, DPD FPI juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah tegas, termasuk mempertimbangkan pembubaran organisasi PWI-LS yang dinilai membahayakan ketertiban umum.
Menanggapi situasi yang memanas, Ustadz Amir mengimbau seluruh simpatisan FPI dan umat Islam untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.
“Kami menyerukan kepada seluruh umat Islam dan rakyat Indonesia untuk bersatu melawan upaya adu domba dan propaganda busuk, serta mendesak aparat kepolisian agar segera menangkap para provokator,” pungkasnya.
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *
Top Story
Ikuti kami