__temp__ __location__

HARIAN NEGERI, Sanaa – Iran dan Hamas mengecam keras serangan udara Amerika Serikat (AS) yang menewaskan sedikitnya 80 orang di wilayah Ras Issa, Yaman. Wilayah ini diketahui berada di bawah kendali kelompok Houthi yang didukung Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeili Baqaei, menyebut serangan tersebut sebagai “biadab” dan melanggar hukum internasional. “Kami mengecam keras serangan udara biadab AS terhadap pelabuhan Ras Issa di Yaman,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa aksi militer AS ini merupakan bentuk kejahatan agresif dan pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kecaman serupa disampaikan oleh kelompok Hamas, yang menyatakan bahwa serangan tersebut adalah pelanggaran berat terhadap kedaulatan Yaman. “Agresi terang-terangan ini merupakan kejahatan perang sepenuhnya dan mencerminkan kebijakan Amerika yang terus bermusuhan terhadap bangsa-bangsa yang menolak hegemoni Zionis dan Amerika,” demikian pernyataan resmi Hamas.

Militer AS mengonfirmasi serangan tersebut pada Kamis (17/4), dengan dalih untuk menghentikan pasokan dan pendanaan kelompok Houthi. Menurut pernyataan resmi, target utama adalah pelabuhan bahan bakar Ras Issa yang diyakini menjadi jalur logistik utama kelompok bersenjata tersebut.

Pada Jumat (18/4), kelompok Houthi mengumumkan bahwa serangan AS telah menewaskan sedikitnya 80 orang dan melukai sekitar 150 lainnya. Ini merupakan serangan paling mematikan sejak AS memulai operasi militer terhadap Houthi dalam 15 bulan terakhir.

Sebagai bentuk pembalasan, Houthi meluncurkan rudal ke arah dua kapal induk milik AS serta ke wilayah Israel, tepatnya ke lokasi militer dekat Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv. Militer Israel, melalui juru bicaranya Avichay Adraee, menyatakan bahwa semua rudal berhasil dicegat dan tidak ada korban jiwa.

Situasi ini kembali meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah dan memunculkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.
 

Melisa Ahci

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Your experience on this site will be improved by allowing cookies. Kebijakan Cookie