HARIAN NEGERI, Teheran – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengungkapkan bahwa lebih dari 90 persen rudal yang diluncurkan Iran selama serangan balasan terhadap Israel di hari-hari terakhir konflik 12 hari berhasil mengenai sasaran. Pernyataan tersebut disampaikan kepada kantor berita Mehr, memperkuat klaim efektivitas serangan militer Teheran.
"Lebih dari 90% rudal kami dalam beberapa hari terakhir (perang) mencapai sasarannya," ujar Ghalibaf. Ia juga menyebutkan bahwa berdasarkan perhitungan statistik korban, diperkirakan sekitar 500 orang tewas dan 3.500 lainnya terluka akibat serangan Iran ke wilayah Israel.
Namun, menurut laporan dari kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada akhir Juni, total korban selama keseluruhan periode permusuhan antara kedua negara mencapai 1.472 orang terluka, dengan 28 di antaranya meninggal dunia.
Ketegangan memuncak pada malam 13 Juni ketika Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran dengan tuduhan bahwa Teheran sedang mengembangkan program nuklir militer rahasia. Iran membantah tuduhan tersebut dan segera membalas dengan serangan rudal. Konflik tersebut berlangsung selama 12 hari dan melibatkan serangan dari pihak ketiga, yakni Amerika Serikat yang menggempur fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni. Sebagai respons, Iran menyerang pangkalan udara AS Al Udeid di Qatar.
Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, mengumumkan pada 23 Juni bahwa Israel dan Iran telah menyepakati gencatan senjata. Meski demikian, Iran tetap menolak tuduhan bahwa program nuklirnya memiliki tujuan militer. Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menyatakan pada 18 Juni bahwa badan tersebut belum menemukan bukti konkret yang menunjukkan Iran tengah mengembangkan senjata nuklir.
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *
Top Story
Ikuti kami