HARIAN NEGERI - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Jawa Barat resmi menggelar Rapat Pleno perdana untuk masa bakti 2025–2030 di Kantor DPD Partai Golkar, Jl. Maskumambang No. 2, Bandung,.

Rapat ini menjadi penanda dimulainya era baru kepemimpinan Daniel Mutaqien Syafiuddin yang membawa visi progresif.RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Jawa Barat resmi menggelar Rapat Pleno perdana untuk masa bakti 2025–2030 di Kantor DPD Partai Golkar, Jl.

Rapat ini menjadi penanda dimulainya era baru kepemimpinan Daniel Mutaqien Syafiuddin yang membawa visi progresif.Struktur “Muda” dan Kapasitas BesarSalah satu poin krusial yang ditegaskan dalam rapat tersebut adalah komposisi kepengurusan yang kini didominasi oleh generasi milenial. Dengan total 181 pengurus yang telah resmi dilantik, Golkar Jawa Barat menunjukkan wajah organisasi yang segar, dinamis, dan relevan dengan tantangan zaman.Antusiasme publik dan kader terhadap kepemimpinan baru ini pun sangat tinggi.

Tercatat, terdapat lebih dari 800 orang yang saat ini berada dalam daftar tunggu untuk bergabung menjadi bagian dari struktur pengurus DPD Partai Golkar Jawa Barat.

Fenomena ini menunjukkan tingginya kepercayaan publik terhadap arah gerak Golkar di Jawa Barat.Efek Elektoral dan Pelayanan DaerahDaniel Mutaqien Syafiuddin menegaskan bahwa seluruh pengurus yang telah ditetapkan memiliki satu tujuan mutlak yakni kemenangan Partai Golka. Ia menekankan bahwa setiap ketua bidang diwajibkan untuk menjalankan program kerja yang memiliki efek elektoral dan berdampak langsung pada kenaikan suara dimasa mendatang.“Tidak ada ruang bagi program yang hanya bersifat administratif.

Setiap bidang harus memiliki kegiatan yang bersentuhan langsung dengan rakyat, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi kemenangan partai, baik di Jawa Barat maupun di tingkat nasional,” tegas Daniel Mutaqien Syaiuddin didampingin oleh Wakil Ketua Bidang Kepartaian Pulihono.Reformasi Pelayanan OrganisasiDalam kesempatan ini, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat juga mengeluarkan instruksi tegas terkait tata kelola organisasi.

Ia berkomitmen untuk memangkas birokrasi internal yang menghambat kinerja kader di tingkat akar rumput.“Saya tegaskan, tidak boleh lagi ada pengurus tingkat provinsi yang mempersulit urusan kader atau pengurus di tingkat kota dan kabupaten. Orientasi kita adalah melayani.

Kita ingin membangun sistem yang memudahkan, bukan menghambat. Pengurus provinsi harus menjadi mitra strategis bagi daerah, bukan menjadi beban,” lanjutnya.Selain agenda perkenalan, rapat pleno ini juga mengesahkan Tata Kerja Organisasi dan Penandatanganan Pakta Integritas. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga marwah partai dan memastikan seluruh pengurus tetap berada dalam koridor perjuangan yang telah disepakati.Dengan kombinasi antara energi milenial, dukungan kader yang masif, dan perbaikan sistem pelayanan, Partai Golkar Jawa Barat optimis dapat mendongkrak perolehan suara secara signifikan dan menjadi tulang punggung kemenangan Partai Golkar dalam agenda politik nasional mendatang.

(**)