HARIAN NEGERI, Jakarta - Pemerintah tengah mengkaji kemungkinan pengurangan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring proses penataan dan evaluasi tata kelola program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa keputusan terkait pengurangan anggaran MBG akan sepenuhnya mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia belum mengungkapkan besaran anggaran yang berpotensi dipangkas.
“Kami ikuti keputusan Bapak Presiden,” ujar Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.
Purbaya mengaku telah menerima informasi mengenai rencana pengurangan anggaran tersebut. Meski demikian, ia meminta masyarakat menunggu penjelasan resmi dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang terkait perkembangan kebijakan tersebut.
Secara terpisah, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan adanya rencana penyesuaian anggaran Program MBG. Menurutnya, langkah tersebut merupakan hasil evaluasi dan pembenahan tata kelola program agar pelaksanaannya lebih efektif dan tepat sasaran.
“Jadi, dari proses penataan nanti akan bisa kita hitung dengan lebih cermat sesungguhnya anggaran yang dibutuhkan untuk Program MBG ini totalnya menjadi berapa,” kata Prasetyo usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta.
Meski demikian, pemerintah hingga kini belum menetapkan besaran pengurangan anggaran yang akan dilakukan. Kementerian Keuangan bersama Badan Gizi Nasional masih melakukan perhitungan untuk menentukan kebutuhan riil anggaran program tersebut.
Pada 2026, anggaran Program MBG telah ditetapkan sebesar Rp268 triliun. Namun, pemerintah sepakat melakukan penataan menyeluruh terhadap pelaksanaan program dengan target penyelesaian dalam waktu satu bulan ke depan.
Selain melakukan evaluasi anggaran, pemerintah juga berupaya memperluas cakupan penerima manfaat dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) dalam dua pekan mendatang.
Dalam proses penataan tersebut, pemerintah juga melakukan refocusing sasaran penerima manfaat, termasuk menyesuaikan distribusi program ke sejumlah sekolah berdasarkan data kebutuhan dan skala prioritas yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang diketahui mengunjungi Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis siang untuk melaporkan hasil evaluasi dan efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah menegaskan bahwa penataan program dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran, tanpa mengurangi tujuan utama program dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.


Komentar