HARIAN NEGERI - Manado, Selasa (17/2/2026), Sebagaimana tercantum dalam piagam berdirinya MUI pada 7 Radjab 1395 H / 26 Juli 1975 di Jakarta disebutkan bahwa MUI adalah wadah tempat bermusyawarah para ulama, zu'ama dan cendekiawan muslim yang bersifat independent dan terkonsolidasi secara berjenjang dari pusat hingga ke seluruh wilayah Republik Indonesia.

Karena itu kami menilai bahwa hubungan ulama dan pemerintah seharusnya dibangun atas dasar saling menghormati, komunikatif, setara dan dibangun diatas kesadaran bahwa stabilitas bagi daerah yang majemuk tidak bisa dilepaskan dari kontribusi dan peran ulama serta tokoh agama.

Didalam kiprah perjuangannya MUI sejak berdirinya hingga hari ini memiliki dua fungsi dan peran yang menonjol dalam kehidupan beragama dan bernegara yakni ; sebagai khadimul ummah (pelayan ummat) dan Shadiqul Hukumah (mitra pemerintah).

Berkaitan dengan momentum ta’aruf dan pengukuhan Pengurus MUI Sulawesi Utara masa khidmat 2025-2030 pada tanggal 14 Februari 2026 yang dilaksanakan di Hotel Sintesa Peninsula, dalam pandangan Kami bahwa itu bukan sekedar kegiatan formal - serimonial akan tetapi adalah sebuah forum strategis yang menegaskan kemitraan ulama dan pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial, kerukunan umat beragama, serta arah moral pembangunan Sulawesi Utara.

Karena itu dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab kami memandang bahwa Ketidakhadiran Representasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara secara objektif telah menimbulkan kesan dan spekulasi adanya pengabaian terhadap pentingnya peran ulama dalam membangun harmoni dan ketahanan sosial masyarakat di Sulawesi Utara, sekaligus adalah sebuah sikap yang tidak mencerminkan penghargaan yang layak terhadap peran ulama dan institusi keagamaan dalam kehidupan di Provinsi Sulawesi Utara.

Sehubungan dengan hal tersebut berdasarkan hasil rapat pleno Pimpinan Harian pada hari Senin, tanggal 28 Sya’ban 1447 H /16 Februari 2026 M, maka dengan ini kami menyatakan sikap resmi kelembagaan Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Utara Masa Khidmat 2025-2030 sebagai berikut:

  1. Menyampaikan kritik terbuka kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agar lebih serius menunjukkan penghormatan institusional terhadap lembaga keagamaan dan Kepemimpinan Ulama sebagaimana telah dilakukan oleh para pemimpin negara Republik Indonesia termasuk Presiden Prabowo Soebianto serta para pemimpin Sulawesi Utara selama ini.
  2. Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Utara mengingatkan bahwa pengabaian simbolik seperti yang terjadi pada Acara Ta’aruf dan Pengukuhan MUI Sulawesi Utara berupa absennya representasi Pemerintah Provinsi Sulut berpotensi mencederai semangat kemitraan strategis yang selama ini telah dijaga bersama antara Pemerintah Sulawesi Utara dan MUI Sulawesi Utara.
  3. Menegaskan bahwa MUI Sulawesi Utara akan tetap konsisten menjalankan fungsi keulamaan secara independen, menjaga moral publik, serta tetap menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi Pemerintah Sulawesi Utara demi pembangunan bagi bangsa dan negara serta daerah yang kita cintai.
  4. Menyatakan dengan tegas bahwa kehadiran. KH. Abdul Wahab Abdul Ghafur, Lc (Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sulut) dan H. Agus Santoso Budiharso (Anggota Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan MUI Sulut) atas undangan lisan Gubernur Sulut di rumah dinas Gubernur bukan merupakan perwakilan resmi isntitusi Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Utara dan karenanya segala pernyataan dan sikap yang disampaikan dalam forum tersebut bersifat pribadi.
  5. Pernyataan ini kami sampaikan bukan dimaksudkan untuk memperlebar jarak dan memperkeruh suasana, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral agar ke depan terbangun hubungan yang lebih sehat, saling menghargai, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama demi daerah dan masyarakat yang kita cintai.

Demikian Pernyataan Sikap dibuat berdasarkan hasil Rapat Pleno Pengurus Harian MUI Sulut pada hari Senin, 28 Sya’ban 1447 H / 16 Februari 2026 M untuk menyikapi berbagai spekulasi yang berkembang serta mencegah dari manuver pribadi yang tidak bertanggung jawab.

Semoga Allah SWT memberikan kita ilham dan kebijaksanaan dalam menjalankan Amanah.

Fattaqullaha Mastatha'tum, Wallahu a’lam bishawab.