HARIAN NEGERI, Jakarta - Portugal menghadapi tekanan untuk segera bangkit saat berjumpa Uzbekistan pada laga kedua Grup K Piala Dunia 2026, Selasa (23/6), setelah penampilan kurang meyakinkan pada pertandingan pembuka melawan Republik Demokratik Kongo.
Meski mendominasi penguasaan bola hingga 75,4 persen dan mencatat akurasi umpan 92,5 persen, tim asuhan Roberto Martinez gagal menunjukkan efektivitas di depan gawang. Portugal hanya mampu menciptakan tujuh tembakan, bahkan kalah dari Kongo yang menghasilkan delapan percobaan.
Penampilan tersebut turut menyoroti peran kapten tim, Cristiano Ronaldo, yang kembali gagal mencetak gol. Dalam laga itu, Ronaldo melepaskan tiga tembakan tanpa satu pun berbuah gol. Catatan tersebut semakin kontras dengan rival lamanya, Lionel Messi, yang terus menambah koleksi golnya di Piala Dunia.
Namun, persoalan Portugal dinilai tidak hanya terletak pada ketajaman Ronaldo. Tim berjuluk Selecao itu juga menghadapi masalah kreativitas dan kohesi permainan, terutama di sepertiga akhir lapangan.
Meski para gelandang seperti Vitinha dan Bruno Fernandes aktif membangun serangan, Portugal kerap kesulitan menciptakan peluang berkualitas dan rentan saat menghadapi transisi cepat lawan. Kondisi ini membuat dominasi penguasaan bola tidak berbanding lurus dengan ancaman yang dihasilkan.
Tantangan berikutnya datang dari Uzbekistan yang tampil cukup menjanjikan meski kalah 1-3 dari Kolombia pada laga perdana. Tim debutan yang dilatih Fabio Cannavaro itu mampu mencetak satu gol dan menunjukkan agresivitas dalam membangun serangan.
Gelandang Obatek Shukurov dan penyerang Abbosbek Fayzullaev menjadi dua pemain yang patut diwaspadai. Keduanya tampil menonjol dalam distribusi bola dan tekanan terhadap lawan sepanjang pertandingan pertama.
Menghadapi Uzbekistan, Portugal diperkirakan kembali berhadapan dengan tim yang bermain rapat dan mengandalkan serangan balik. Karena itu, peningkatan kreativitas serta efektivitas penyelesaian akhir menjadi kebutuhan mendesak bagi skuad Roberto Martinez.
Lebih dari sekadar mengandalkan Ronaldo, Portugal membutuhkan kerja sama yang lebih solid antarlini. Kohesi tim menjadi faktor utama yang harus diperbaiki jika mereka ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur sekaligus mempertahankan status sebagai salah satu kandidat juara Piala Dunia 2026.
Kegagalan meraih poin penuh atas Uzbekistan berpotensi menyulitkan langkah Portugal mengingat pada pertandingan terakhir mereka harus menghadapi Kolombia yang menjadi salah satu kekuatan utama Amerika Latin dalam turnamen ini.


Komentar