HARIAN NEGERI - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyambut kedatangan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko dalam rangka kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, pada. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan persahabatan dan memperkuat kerja sama strategis antara Indonesia dan Belarus. Presiden Lukashenko tiba di halaman Istana Merdeka sekira pukul 11.25 WIB dengan iringan rangkaian penyambutan kenegaraan yang meliputi pengawalan 17 pasukan motoris dan 120 pasukan berkuda.

Rangkaian pengawalan tersebut mengiringi Presiden Lukashenko dari kawasan Monumen Nasional (Monas) hingga akhirnya memasuki gerbang utama Istana Merdeka. Setibanya di halaman Istana Merdeka, tampak ratusan siswa sekolah dasar berdiri berjajar dengan melambaikan bendera kedua negara. Sorak antusias para pelajar menambah kemeriahan saat menyambut ketibaan Presiden Lukashenko.

Selain itu, Tari Enggang yang dibawakan oleh 10 penari dan 5 pemusik juga turut meramaikan rangkaian penyambutan kenegaraan. Tarian yang berasal dari Kalimantan Timur tersebut memiliki makna sebagai simbol penghormatan, keanggunan, dan keramahan masyarakat Dayak, dalam hal ini menjadi wujud penyambutan hangat untuk pemimpin negara sahabat. Setelahnya, Presiden Prabowo menyambut langsung Presiden Lukashenko di sisi barat Istana Merdeka.

Kedua pemimpin pun tampak berjabat tangan kemudian bersama-sama menuju beranda depan Istana Merdeka.

Diperdengarkannya lagu kebangsaan Republik Belarus, yang dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, menandai dimulainya upacara penyabutan kenegaraan. Prosesi penyambutan berlangsung khidmat yang turut diiringi dentuman 21 kali tembakan meriam sebagai bentuk penghormatan kenegaraan.

Presiden Prabowo dan Presiden Lukashenko kemudian melakukan pemeriksaan pasukan kehormatan. Kedua pemimpin kemudian saling memperkenalkan delegasi masing-masing negara yang hadir dalam agenda penyambutan tersebut.

Delegasi Indonesia yang turut hadir dalam penyambutan tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Jose Tavares.

Rangkaian penyambutan dilanjutkan dengan penandatanganan buku tamu kenegaraan dan sesi foto bersama di ruang kredensial. Setelah itu, Presiden Lukashenko menuju ruang kerja Presiden Prabowo untuk mengikuti pertemuan empat mata (tête-à-tête) dan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral guna membahas sejumlah isu strategis serta penguatan kerja sama bilateral Indonesia dan Belarus.

Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan kenegaraan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko ke Indonesia.

Presiden Prabowo juga menyambut baik kunjungan kedua Presiden Lukashenko ke Indonesia tersebut.

“Selamat datang kembali di Jakarta setelah kunjungan terakhir yang mulia ke Indonesia 13 tahun yang lalu. Ini sekali lagi adalah kehormatan bagi Indonesia dan kehormatan bagi saya untuk menerima kunjungan kenegaraan yang mulia untuk kedua kalinya ke Indonesia,” ucap Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diterimanya saat melakukan kunjungan ke Minsk, Belarus pada tahun lalu.