HARIAN NEGERI - Baru-baru ini, beredar sebuah video di media sosial yang mengklaim bahwa rudal Iran telah menghantam kantor pejabat Amerika Serikat, mengakibatkan ratusan korban sipil dan tentara. Namun, setelah dilakukan penelusuran, klaim tersebut terbukti tidak benar dan merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan.

Hasil Cek Fakta

Video yang beredar di halaman Facebook “Bqsapiah Shapik” menunjukkan narasi bahwa serangan tersebut mengakibatkan sekitar 900 korban sipil dan 100 tentara. Penelusuran yang dilakukan oleh Tim Cek Fakta Harian Negeri menemukan bahwa tidak ada gedung pemerintah AS yang sesuai dengan gambar dalam video tersebut. Penelusuran lebih lanjut juga mengarah pada gambar yang dikaitkan dengan “Kedutaan Besar AS di Kuwait”. Selanjutnya, video tersebut diuji menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan, hivemoderation.com, yang menunjukkan bahwa konten tersebut memiliki probabilitas 95,2 persen sebagai hasil rekayasa AI. Hal ini mengindikasikan bahwa video tersebut tidak dapat dipercaya dan tidak mencerminkan kejadian yang sebenarnya. Lebih lanjut, tidak ada laporan resmi atau berita yang mendukung klaim bahwa kantor pemerintah AS telah hancur akibat serangan Iran dengan jumlah korban yang signifikan. Laporan dari britannica.com tentang “Perang Iran 2026” mencatat bahwa konflik Tim Redaksi Harian Negeri AS-Israel dan Iran masih berlangsung, tetapi tidak ada informasi yang relevan mengenai serangan seperti yang disebutkan dalam video tersebut.

Kesimpulan

Klaim mengenai rudal Iran yang menghantam kantor pejabat AS dan menewaskan ratusan warga sipil dan tentara adalah hoaks yang tidak berdasar. Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya, demi menghindari penyebaran berita palsu yang dapat menimbulkan kepanikan.

Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli