HARIAN NEGERI - Presiden Prabowo Subianto membawa misi besar dalam kunjungannya ke London, Inggris. Di hadapan para petinggi universitas terkemuka Britania Raya, Kepala Negara secara resmi mengundang mereka untuk berkolaborasi membangun 10 universitas baru di tanah air. Langkah strategis ini diambil guna mengakselerasi kualitas pendidikan tinggi Indonesia agar mampu bersaing di level global, khususnya di bidang teknologi dan kesehatan.

Dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, Selasa (20/01/2026), Prabowo mengungkapkan kegelisahannya terhadap krisis tenaga medis nasional. Saat ini, Indonesia masih kekurangan sekitar 140 ribu dokter, sementara kapasitas lulusan tahunan hanya mencapai 9 ribu orang. Tanpa terobosan besar, Indonesia diprediksi akan terus tertinggal dalam pemenuhan layanan kesehatan dasar bagi rakyatnya karena angka pensiun dokter yang terus berjalan.

Rencana pembangunan 10 kampus ini tidak main-main. Prabowo menegaskan bahwa institusi pendidikan tersebut akan mengadopsi standar kurikulum Inggris sepenuhnya, termasuk penggunaan bahasa Inggris sebagai pengantar utama. Fokus utamanya adalah mencetak ahli di bidang kedokteran, farmasi, sains, hingga teknologi digital. Pemerintah juga berkomitmen memberikan beasiswa penuh bagi putra-putri terbaik bangsa untuk menempuh studi di sana setelah melalui pelatihan bahasa yang intensif.

Tak hanya soal ruang kelas, setiap kampus nantinya akan dilengkapi dengan rumah sakit pendidikan berstandar internasional. Strategi ini diharapkan mampu menekan angka devisa yang lari ke luar negeri. Prabowo memperkirakan, dengan fasilitas kesehatan mumpuni di dalam negeri, Indonesia bisa menghemat anggaran hingga USD6 miliar per tahun yang selama ini dihabiskan masyarakat untuk berobat ke mancanegara.

Untuk mendukung ekosistem akademik yang berkualitas, Indonesia membuka pintu lebar bagi dosen dan profesor asing melalui skema profesor tamu. Presiden menargetkan seluruh persiapan infrastruktur dan regulasi rampung dalam dua tahun ke depan, sehingga pada awal 2028, kelompok mahasiswa pertama sudah bisa memulai perkuliahan. Kawasan kampus ini pun dijanjikan akan memiliki standar keamanan dan kenyamanan tinggi guna menarik minat para akademisi kelas dunia untuk menetap dan berkarya di Indonesia.