HARIAN NEGERI - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kucuran bonus bagi para pahlawan olahraga Indonesia yang berlaga di SEA Games ke-33 Thailand bukan sekadar bentuk pembayaran atas jasa mereka. Di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (8/1/2026), Kepala Negara menyebut apresiasi finansial tersebut sebagai amanah besar dan modal masa depan bagi para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti dedikasi luar biasa para atlet yang rela mengorbankan masa muda, kenyamanan, hingga tenaga demi mengibarkan Merah Putih. Menurutnya, menjadi atlet internasional menuntut ketangguhan mental yang jauh di atas rata-rata. Ia menekankan bahwa penghargaan berupa uang ini sejatinya adalah instrumen untuk menjamin kesejahteraan para atlet di masa tua, bukan sekadar upah yang habis dalam sekejap.

Salah satu momen emosional yang disinggung Presiden adalah perjuangan luar biasa atlet cabang berkuda nomor eventing. Meski didera cedera serius sesaat sebelum kompetisi dimulai, sang atlet tetap memilih bertarung di arena demi negara. Semangat pantang menyerah ini mendapat apresiasi khusus dari Presiden, termasuk dukungan terhadap langkah Panglima TNI yang memberikan kenaikan pangkat serta kesempatan sekolah perwira bagi atlet berprestasi tersebut.

Sejalan dengan visi Presiden, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memastikan penyaluran bonus dilakukan secara transparan dan langsung ke rekening penerima. Tak hanya memberikan uang tunai, Kemenpora juga membekali sekitar 400 atlet dan pelatih dengan program literasi keuangan selama 1,5 jam. Langkah edukatif ini diambil agar para peraih medali mampu mengelola kekayaan mereka secara bijak dan tidak terjebak pada gaya hidup konsumtif yang merugikan di masa depan.

Adapun rincian bonus yang diberikan cukup signifikan, di mana peraih emas perorangan mengantongi Rp1 miliar, sementara perak dan perunggu masing-masing menerima Rp315 juta dan Rp157,5 juta. Bonus juga mengalir kepada kategori ganda, beregu, hingga para pelatih. Prabowo menutup pesannya dengan wejangan agar para atlet tetap rendah hati dan menggunakan dana tersebut untuk keperluan positif, seperti membantu orang tua atau investasi masa depan, sebagai bentuk tanggung jawab atas keringat yang telah mereka teteskan.