HARIAN NEGERI - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi mengawali agenda diplomatik pentingnya di Swiss setelah mendarat di Bandara Internasional Zurich pada Rabu (21/01/2026) sore waktu setempat. Kedatangan Kepala Negara ini menandai dimulainya misi strategis Indonesia dalam ajang bergengsi World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang berlokasi di Davos. Setibanya di bandara, Presiden disambut hangat oleh Duta Besar RI untuk Swiss, I Gede Ngurah Swajaya, sebelum bertolak menuju hotel untuk mempersiapkan rangkaian pertemuan tingkat tinggi.

Dalam forum yang mempertemukan lebih dari 65 kepala negara dan 1.000 CEO perusahaan raksasa dunia tersebut, Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato kunci yang sangat dinantikan. Fokus utama yang akan diangkat adalah konsep "Prabowonomics", sebuah gagasan ekonomi komprehensif yang menjadi fondasi kebijakan pemerintahannya. Melalui platform ini, Presiden ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki arah ekonomi yang jelas dan terukur.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa dalam pidatonya nanti, Presiden tidak hanya akan bicara soal teori, tetapi juga memaparkan capaian nyata selama satu tahun masa kepemimpinannya. Konsep Prabowonomics mencakup transformasi ekonomi yang telah dirancang jauh hari dan kini mulai menunjukkan hasil konkret. Langkah ini diambil untuk meyakinkan para pemimpin global dan investor bahwa Indonesia adalah mitra strategis yang stabil dan progresif di tengah dinamika ekonomi internasional.

Pertemuan tahunan WEF 2026 kali ini mengusung tema “A Spirit of Dialogue”. Tema ini sangat relevan dengan kondisi global yang penuh ketidakpastian akibat ketegangan geopolitik. Indonesia berupaya memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok global serta mempromosikan potensi investasi di sektor-sektor masa depan, seperti energi hijau dan ekonomi digital yang menjadi prioritas nasional.

Selain agenda utama di panggung WEF, delegasi Indonesia juga bergerak aktif melalui penyelenggaraan Indonesia Pavilion dan acara Indonesia Night. Wadah ini dirancang sebagai ruang interaksi langsung antara pemerintah Indonesia dengan para pemangku kepentingan global guna memperluas jejaring bisnis. Kehadiran Presiden Prabowo di Davos menjadi penegasan bahwa Indonesia siap berperan aktif dalam kolaborasi multilateral demi memperjuangkan kepentingan nasional di kancah dunia.