HARIAN NEGERI - Media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah narasi yang mengeklaim bahwa Purbaya Pantja merupakan sosok kunci atau 'mastermind' di balik operasi besar-besaran penyitaan aset dan...
HARIAN NEGERI - Media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah narasi yang mengeklaim bahwa Purbaya Pantja merupakan sosok kunci atau 'mastermind' di balik operasi besar-besaran penyitaan aset dan uang hasil korupsi para konglomerat di Indonesia. Narasi ini menyebar cepat melalui platform video pendek, memicu persepsi publik bahwa terdapat operasi rahasia yang dipimpin oleh individu tersebut untuk menindak para elit bisnis yang bermasalah secara hukum.
"Purbaya Mastermind Penyitaan Uang Korupsi Konglomerat"
Penelusuran Fakta
Mengutip penelusuran yang dilakukan oleh TurnBackHoax.ID, klaim yang menyebutkan keterlibatan Purbaya dalam penyitaan uang korupsi tersebut adalah tidak benar. Hasil penelusuran digital menunjukkan bahwa video yang beredar merupakan hasil manipulasi atau penyuntingan dari cuplikan-cuplikan video yang tidak saling berkaitan. Konteks asli dari video tersebut seringkali diambil dari dokumentasi konferensi pers resmi lembaga penegak hukum, seperti Kejaksaan Agung, dalam penanganan kasus korupsi yang berbeda, namun narasinya diubah seolah-olah diarahkan oleh sosok Purbaya.
Berdasarkan konfirmasi TurnBackHoax.ID kepada pihak terkait dan analisis mendalam terhadap konten tersebut, tidak ditemukan bukti valid atau pernyataan resmi yang mendukung klaim bahwa Purbaya memiliki peran eksekutif dalam penyitaan aset korupsi konglomerat sebagaimana yang dituduhkan dalam unggahan tersebut. Narasi ini sengaja dibangun untuk menciptakan opini publik yang menyesatkan dengan memanfaatkan potongan gambar kegiatan resmi pemerintah yang kemudian dipadukan dengan teks provokatif untuk menarik perhatian netizen.
Kesimpulan
Informasi yang mengeklaim Purbaya sebagai otak penyitaan uang korupsi konglomerat adalah hoaks. Konten tersebut merupakan hasil manipulasi yang menggabungkan video dari konteks yang berbeda untuk menciptakan narasi palsu.
Dilansir dari pemeriksaan fakta oleh
TurnBackHoax.ID, informasi ini masuk kategori
Salah.
Rujukan Sumber Asli
Komentar