HARIAN NEGERI, Bengkulu - Seorang siswi SMA Negeri 1 Bengkulu diduga menjadi korban bullying dan berdampak serius pada kondisi psikologisnya. Peristiwa tersebut terjadi di selasar depan kelas sekolah pada Rabu (4/2).
Keluarga menyebut korban mengalami trauma mendalam hingga menolak kembali bersekolah pascakejadian.
“Anak saya benar-benar trauma. Dia takut dan tidak mau lagi sekolah di sana,” ujar MY, perwakilan keluarga korban.
Menurut keterangan keluarga, peristiwa bermula dari persoalan pertemanan antara korban dan dua siswa lain. Meski sempat terjadi perselisihan dan disebut telah berdamai, konflik kembali berlanjut di media sosial setelah saling komentar yang berujung adu argumen melalui pesan pribadi.
Korban kemudian diajak bertemu oleh seorang kakak kelas. Berdasarkan rekaman CCTV dan video yang diterima keluarga, pertemuan tersebut berakhir dengan cekcok dan diduga disertai kekerasan fisik. Keluarga berharap ada perhatian serius dari pihak sekolah dan pemerintah daerah, termasuk pendampingan psikologis bagi korban.

Komentar