HARIAN NEGERI, Jakarta – Menjelang Muktamar Pelajar Islam Indonesia (PII) ke-33 di Palembang, Sumatera Selatan, representasi tokoh muda dari ujung barat Indonesia muncul ke permukaan. Amsal Alfian putra asli daerah Aceh, resmi diperkenalkan sebagai kandidat Calon Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PII untuk periode 2026-2028.
pencalonan Amsal menjadi representasi keterwakilan kader PII Aceh di kancah nasional dengan semangat pengabdian "Berkarya dengan Hati, Mengabdi untuk Negeri".
Rekam Jejak Organisasi dan Capaian
Karier organisasi Amsal berakar kuat di tanah kelahirannya, Aceh. Amsal tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW) PII Aceh periode 2021-2024. Sebelum di tingkat wilayah, ia meniti kepemimpinan dari tingkat paling dasar, yakni:
1.Ketua Umum Komisariat (PK) PII SMA N Bireuen (2015–2016)
2.Ketua Umum Pengurus Daerah (PD) PII Bireuen (2017–2018)
Di tingkat nasional, Amsal diberi amanah di Bidang Hubungan Luar Negeri PB PII. Dalam masa jabatannya, ia berhasil melakukan ekspansi organisasi dengan membentuk 7 Pengurus Wilayah Perwakilan Luar Negeri, yang menjadi salah satu poin penting dalam catatan sejarah pengembangan organisasi PII di kancah internasional.
Latar Belakang Pendidikan
Selain aktif berorganisasi, Amsal memiliki fokus yang kuat pada pendidikan akademik, khususnya di bidang ekonomi syariah:
1. Sarjana (S-1): Ekonomi Syariah, UIN Ar-Raniry Banda Aceh (Lulus 2021).
2. Magister (S-2): Ekonomi Syariah, UIN Ar-Raniry Banda Aceh (Lulus 2024).
3. Doktoral (S-3): Universitas Syiah Kuala (Sedang ditempuh).
Training dan Kursus
Sebagai syarat kepemimpinan di PII, Amsal telah menyelesaikan seluruh jenjang pengaderan formal, meliputi Leadership Basic Training (2015), Intermediate Training (2016), hingga Advance Training (2017). Ia juga tercatat telah mengikuti Kursus Pemandu (KP), Pendidikan Instruktur Dasar, serta Kursus Pimpinan Nasional.
Pencalonan Amsal Alfian dalam Muktamar Palembang mendatang diharapkan dapat memberikan pilihan kepemimpinan bagi para peserta muktamar dalam menentukan arah gerak organisasi PII selama dua tahun ke depan.

Komentar