HARIAN NEGERI - Sebuah narasi menyesatkan beredar di media sosial Facebook yang mengeklaim bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) memilih untuk mundur dalam sebuah konflik dengan warga negara China karena alasan jasa negara. Unggahan tersebut mencatut nama Kepala Pusat Penerangan TNI dan menyertakan foto-foto yang tidak relevan dengan konteks aslinya.

"WN China menyerang TNI di ketapang, kalimantan barat. TNI: kita memilih mundur bukan takut, tapi China sudah sangat berjasa bagi negara kita."

Penelusuran Fakta

Berdasarkan laporan TurnBackHoax, klaim yang diunggah oleh akun Facebook "Akbarul Isnandi" tersebut adalah tidak benar. Penelusuran menggunakan Google Lens menunjukkan bahwa foto Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Freddy Ardianzah, yang digunakan dalam unggahan tersebut sebenarnya berasal dari pemberitaan Kompas.com pada Oktober 2025. Dalam berita aslinya, Kapuspen TNI sedang memberikan keterangan terkait kelancaran geladi bersih peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI, dan sama sekali tidak memberikan pernyataan mengenai pengunduran diri TNI terhadap warga negara asing. Lebih lanjut, foto yang diklaim sebagai rombongan warga negara China yang menyerang TNI di Ketapang ternyata merupakan foto lama dari Mei 2021. Foto tersebut mendokumentasikan ratusan tenaga kerja asing (TKA) asal China yang hendak pulang ke negara asalnya melalui Bandara Sultan Babullah, Ternate, menuju Jakarta. Tidak ada bukti valid yang mendukung adanya serangan warga negara China terhadap TNI di Ketapang sebagaimana dinarasikan dalam unggahan tersebut.

Kesimpulan

Informasi yang menyatakan TNI mundur karena menganggap China sangat berjasa bagi negara adalah konten yang dimanipulasi atau hoaks. Foto-foto yang digunakan telah diambil dari konteks yang berbeda untuk menciptakan opini publik yang keliru. Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar di media sosial sebelum membagikannya.

 

Rujukan: TurnBackHoax

Baca Juga: Kementerian Dalam Negeri