HARIAN NEGERI, Bekasi - Pengurus Daerah Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) Bekasi Raya melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi, Arwani, di ruang rapat Dispora Stadion Chandrabaga, Kota Bekasi, Rabu (25/2/2026).
Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi program kepemudaan, mulai dari penyelenggaraan seminar hingga pelatihan kepemimpinan pelajar.
Dalam audiensi itu, Arwani didampingi Kepala Bidang Layanan Kepemudaan Andi Kristianto. Sementara dari PD KBPII Bekasi Raya hadir Ketua Umum Dede Suryaman, Bendahara Kartika Trimarti, Ketua Bidang Pendidikan dan Dakwah Tatang Suryaatmaja, Ketua Bidang Infokom Ibnu Syafa’at, serta anggota Dewan Pertimbangan Ugie.
Arwani menegaskan bahwa urusan kepemudaan secara teknis berada di bawah Bidang Layanan Kepemudaan. Ia mempersilakan KBPII untuk berkoordinasi langsung dengan bidang terkait agar pembahasan program dapat berjalan lebih efektif.
“Bidang pembinaan kepemudaan nanti dengan Pak Andi. Kalau terkait KBPII dan program pemuda, bisa langsung koordinasi di sana. Kalau olahraga ada bidangnya sendiri,” ujar Arwani.
Ia menambahkan, pemerintah pada prinsipnya terbuka terhadap partisipasi masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan. Namun, setiap usulan program harus mengikuti mekanisme perencanaan tahunan yang telah ditetapkan.
“Kalau pemerintah, kita bicara sekarang untuk tahun depan. Perencanaan itu jangka panjang dan tahunan. Biasanya batas pengusulan dari masyarakat itu sekitar Mei. Kalau KBPII punya program, silakan usulkan ke kami. Kalau memungkinkan, bisa kita adopsi,” katanya.
Meski demikian, Arwani menegaskan bahwa program yang diadopsi pemerintah tidak dapat bersifat eksklusif. Pelaksanaannya harus inklusif dan terbuka bagi publik.
Terkait rencana seminar kepemudaan pada Mei 2026, Arwani menyatakan Dispora siap memberikan dukungan, termasuk membantu sosialisasi dan pengagendaan narasumber apabila diajukan sejak dini.
“Kalau mau menghadirkan Wali Kota sebagai keynote speaker, silakan diagendakan jauh-jauh hari. Yang penting acaranya punya daya tarik, baik dari tema, pembicara, maupun konsepnya,” ujarnya.
Ketua Umum PD KBPII Bekasi Raya, Dede Suryaman, mengatakan pihaknya tengah merancang forum besar yang menyasar pelajar dan pemuda Kota Bekasi. Seminar tersebut akan mengangkat isu degradasi moral dan tantangan literasi digital di era teknologi.
“Rencananya pada bulan Mei kami ingin menggelar seminar kepemudaan dengan tema pencegahan penyimpangan perilaku di kalangan remaja serta penguatan literasi digital. Kami berharap Dispora bisa mendukung agar gaungnya menjangkau seluruh elemen pemuda di Bekasi,” kata Dede.
Selain seminar, KBPII juga merancang program Basic Training Leadership pada Juni 2026 yang menyasar Ketua OSIS se-Kota Bekasi. Program ini diharapkan menjadi wadah pembinaan kepemimpinan pelajar yang lebih terstruktur.
Menanggapi hal tersebut, pihak Dispora menyatakan gagasan pelatihan kepemimpinan bagi Ketua OSIS berpotensi dimasukkan dalam perencanaan program 2027 melalui mekanisme Musrenbang RKPD. Dispora meminta KBPII menyiapkan konsep dan blueprint program secara rinci agar dapat dibahas lebih lanjut.
Arwani menekankan bahwa setiap kegiatan sebaiknya memiliki rencana aksi berkelanjutan, bukan sekadar seminar tanpa implementasi.
“Kalau hanya seminar tanpa tindak lanjut, ya diskusi saja. Harus ada rencana aksi yang riil. Itu yang akan membuat program lebih berdampak,” ujarnya.
Audiensi tersebut menjadi langkah awal penjajakan kemitraan strategis antara KBPII Bekasi Raya dan Dispora Kota Bekasi dalam memperkuat ekosistem kepemudaan di daerah.

Komentar