HARIAN NEGERI, Jakarta - Semangat aksi nyata dan kolaborasi lintas sektor kembali ditegaskan dalam kegiatan penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Operational Room Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pelaksanaan program Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung Asta Cita ke-6, yakni “Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.”

Menteri Desa dan PDT RI Yandri Susanto menegaskan bahwa pembangunan desa tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

“Kita ini supertim, tidak boleh ego sektoral. Desa itu tanggung jawab kita semua. Baru kali ini Presiden membuat Asta Cita tentang desa, membangun dari bawah dan dari desa. Pertanian, pendidikan, serta generasi muda harus ditingkatkan, dan itu menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, Presiden juga mengarahkan agar setiap pihak memiliki desa binaan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun Indonesia. Menurutnya, desa harus menjadi pusat pertumbuhan baru melalui program desa ekspor, desa tematik, dan desa mandiri demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dalam sambutannya menyampaikan bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar konsep.

“Desa adalah ujung tombak pertumbuhan baru. Akses energi tidak boleh tertinggal lagi. Kolaborasi antara Kemendes PDT dan PLN menjadi penting agar habis gelap terbitlah terang,” ungkapnya.

Ia juga menyebut masih terdapat kurang lebih 10 ribu wilayah yang membutuhkan perhatian serius terkait akses kelistrikan, sehingga sinergi antarinstansi menjadi kebutuhan mendesak.

Sementara itu, Wakil Menteri Transmigrasi RI Viva Yoga Mauladi menjelaskan bahwa terdapat empat amanah Presiden yang harus dijalankan, salah satunya menjaga keutuhan NKRI melalui pemerataan pembangunan, baik di wilayah padat maupun sunyi, sehingga tercipta akulturasi dan asimilasi sosial yang harmonis.

Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan seluruh kementerian, khususnya Kemendes PDT, menjadi langkah strategis karena banyak program yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

Di kesempatan yang sama, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmadmenyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam pengembangan desa, terutama dalam mendorong peran generasi muda.

“Untuk semua anak muda yang ada di desa, jadilah pahlawan dan orang sukses. Kita membangun desa sama dengan membangun Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa pembangunan desa kini berada di garis depan agenda nasional. Dengan sinergi pemerintah, BUMN, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan generasi muda, desa diharapkan tumbuh menjadi pusat ekonomi baru yang mandiri, produktif, dan berdaya saing global.