Sorong - Dalam rangka mendorong program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber baru pertumbuhan ekonomi nasional serta memperkuat stabilitas dan kemandirian pelaku usaha Syariah (PUS) di kawasan Timur Indonesia, Bank Indonesia melalui kantor perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Barat bersama 18 KPwBI menggelar festival ekonomi syariah tahun 2026. Untuk mendukung kegiatan tersebut KPwBI Provinsi Papua Barat menyelenggarakan Road to FESyar KTI mendorong pengembangan UMKM halal dari daerah (Torang Muamalah 2026) mengusung tema penguatan rantai nilai daerah melalui Sinergi ekosistem dan inovasi usaha syariah yang inklusif dan berkelanjutan
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu melaluu Pj Sekretaris Daerah, Yakob Kareth mengatakan Provinsi Papua Barat Daya merupakan provinsi yang dibangun di atas keberagaman suku, budaya, dan agama. Dalam keberagaman tersebut, pemeriintah melihat bahwa ekonomi syariah hadir sebagai instrumen pembangunan ekonomi yang inklusif, yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama. Sebab ekonomi syari'ah bukan semata-mata aspek syariahnya, tetapi nilai-nilai ekonomi syariah mampu melahirkan usaha yang lebih berkualitas, berdaya saing, dan memberikan kesejahteraan yang lebih luas.
Baca Juga :
MTQ ke-2 Tingkat Papua Barat Daya Resmi Dibuka
"Alhamdulillah, sinergi antara Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Bank Indonesia telah menghasilkan berbagai capaian nyata. Mulai dari sertifikasi produk halal bagi puluhan pelaku usaha, sertifikasi Juru Sembelih Halal (JULEHA), hingga peresmian Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (Zona KHAS) pertama di Tanah Papua di lingkungan UNAMIN Sorong. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa melalui kolaborasi yang erat, kita mampu membangun fondasi ekosistem halal yang semakin kuat di Papua Barat Daya. Kami berharap, melalui acara puncak TORANG MUAMALAH 2026 dengan tema "Penguatan Rantai Nilai Halal Daerah melalui Sinergi Ekosistem dan Inovasi Usaha Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Ekonomi Syariah semakin dikenal dan diterima oleh masyarakat luas, mendorong semakin banyak pelaku UMKM yang naik kelas, semakin luas akses terhadap sertifikasi halal, pembiayaan syariah, serta pasar yang lebih kompetitif, sehingga ekonomi syariah benar-benar menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah kita" kata Yakob Kareth.
Kepala kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat Daya, Setian mengatakan kegiatan Torang Muamalah 2026 bersinergi dengan pemerintah daerah, organisasi keagamaan dan masyarakat serta pelaku usaha Syariah, dengan rangkaian kegiatan diantaranya pameran pelaku usaha Syariah, halal Mart layanan informasi dan edukasi ekonomi syariah, halal Chief Competition, perlombaan dan edukasi CBP Rupiah dan sejumlah kegiatan lainnya.
" Ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber baru pertumbuhan ekonomi nasional serta memperkuat stabilitas dan kemandirian pelaku usaha Syariah (PUS) di kawasan Timur Indonesia, kita harapkan dalam event ini nantinya akan semakin menguatkan ekonomi syari'ah di Papua Barat Daya" kata Setian, Kamis (2/7/2026).
Pemerintah Papua Barat Daya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi. Karena keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai sendiri, tetapi lahir dari semangat kebersamaan dan gotong royong dengan ikhtiar yang dilakukan hari ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Papua Barat Daya yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.


Komentar