HARIAN NEGERI - Presiden Prabowo Subianto resmi mengawali rangkaian kunjungan kerjanya di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Senin (12/1/2026) petang. Menggunakan helikopter, Kepala Negara mendarat tepat di landasan pacu helipad halaman Istana Negara sekitar pukul 18.45 WITA. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini disambut hangat oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, beserta jajaran pejabat teras lainnya.
Kunjungan ini dinilai sebagai langkah krusial untuk memastikan bahwa transisi dan pembangunan ibu kota baru tetap berjalan sesuai koridor yang telah ditetapkan. Prabowo ingin melihat secara langsung bagaimana denyut pembangunan di lapangan, sekaligus memberikan sinyal kuat bahwa proyek strategis nasional ini tetap menjadi prioritas utama dalam agenda pemerintahannya guna mewujudkan pemerataan pembangunan.
Berdasarkan agenda resmi, Presiden Prabowo dijadwalkan untuk bermalam di kawasan inti IKN. Keesokan harinya, ia akan melakukan peninjauan maraton ke sejumlah titik infrastruktur vital. Fokus utama peninjauan ini adalah untuk mengevaluasi kesiapan fasilitas publik serta progres fisik bangunan-bangunan strategis yang akan menjadi tulang punggung pemerintahan di masa depan.
Dalam lawatan penting ini, Presiden didampingi oleh sejumlah menteri kabinet kunci, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Selain itu, tampak pula Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang ikut serta dalam rombongan kepresidenan tersebut.
Sebelum bertolak ke IKN dari Balikpapan, Presiden Prabowo terlebih dahulu meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) milik Pertamina. Proyek kilang minyak terintegrasi ini merupakan bagian dari upaya penguatan ketahanan energi nasional. Dari Balikpapan, perjalanan dilanjutkan menuju IKN sebagai simbol kesinambungan antara kemandirian energi dan transformasi pusat pemerintahan.
Kehadiran Presiden di jantung Kalimantan Timur ini menegaskan visi besar pemerintah dalam membangun pusat peradaban baru yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus memupus keraguan publik mengenai keberlanjutan IKN, mempertegas bahwa transformasi Indonesia menuju masa depan yang lebih inklusif sedang terus diakselerasi.
Baca Juga: Komdigi

Komentar