HARIAN NEGERI, Madiun — Dalam lima tahun terakhir, wajah Kota Madiun di wilayah barat Jawa Timur berubah drastis. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Maidi sejak 2019, kota ini bergerak cepat menata diri menuju citra baru sebagai destinasi wisata urban dengan slogan “Kota Madiun Maju Mendunia”.

Salah satu ikon transformasi itu tampak di sepanjang Jalan Pahlawan yang kini disulap menjadi Pahlawan Street Center (PSC). Kawasan tersebut dihiasi miniatur landmark dunia seperti Patung Merlion, Liberty, Menara Eiffel, Ka’bah, Jam Big Ben, hingga kincir angin Belanda. Lokasinya terintegrasi dengan Stasiun Madiun, pusat perbelanjaan, kawasan bisnis, serta berbagai fasilitas lain yang memudahkan akses wisatawan.

Revitalisasi juga menyentuh kawasan Tugu Pendekar yang dipadukan dengan sentra kuliner di Jalan Rimba Darma, serta lahan eks PDAM yang diubah menjadi Taman Wisata dan Edukasi Ngrowo Bening, yakni ruang rekreasi sekaligus pembelajaran berbasis miniatur agrowisata.

Penataan ruang publik diperluas melalui perbaikan Taman Bantaran Madiun yang kini memiliki daya tarik Sunday Market, penguatan lapak UMKM di 27 kelurahan, pembangunan taman tematik, hingga pengembangan Kampung Korea serta rencana Kampung Jepang sebagai penggerak ekonomi lokal.

Di sektor ekonomi kreatif, Bogowonto Culinary Center di Jalan Bogowonto hadir sebagai kawasan wisata kuliner bernuansa perkeretaapian hasil kolaborasi dengan PT INKA (Persero) dan PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun.

Upaya pembenahan tak hanya menyasar pariwisata. Pemerintah Kota Madiun juga membangun Pondok Lansia, fasilitas penampungan lansia telantar yang disebut menjadi satu-satunya di Jawa Timur bahkan nasional. Di bidang pendidikan, sejumlah program digulirkan, mulai dari pembagian laptop dan seragam gratis, sekolah negeri tanpa pungutan hingga tingkat SMP, serta beasiswa mahasiswa.

Langkah terbaru diarahkan pada pengelolaan lingkungan dengan rencana mengubah tumpukan sampah pasif setinggi sekitar 25 meter di Tempat Pembuangan Akhir Winongo menjadi taman wisata buah berbentuk piramida. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi ruang hijau ramah lingkungan yang memberi manfaat sosial dan saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Dalam layanan publik, capaian Kota Madiun juga mencatatkan prestasi. Indeks Pelayanan Publik (IPP) 2025 Pemerintah Kota Madiun mencapai 4,74 dengan nilai konversi 94,75 dan masuk kategori A atau pelayanan prima dari penilaian terhadap 64 organisasi perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, rumah sakit, puskesmas, hingga sekolah. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Puskesmas Banjarejo, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menjadi tiga instansi dengan skor tertinggi.

Tingkat kepuasan warga pun meningkat. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 2025 tercatat 89,89 dengan predikat sangat baik, naik dibandingkan capaian 2024 sebesar 88,74 berdasarkan survei pihak ketiga.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun pada 2025 mencapai 85,12 dalam kategori sangat tinggi atau naik 0,72 poin dari tahun sebelumnya. Pada sisi ekonomi, pertumbuhan triwulan II 2025 mencapai 6,35 persen, meningkat dari periode sebelumnya yang berada di angka 5,78 persen. Sementara sepanjang 2024, pertumbuhan ekonomi Kota Madiun tercatat 5,73 persen dan menjadi yang tertinggi kedua di Jawa Timur.