HARIAN NEGERI - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan langkah strategis dalam diplomasi lingkungan global dengan menghadiri Pertemuan Filantropi Konservasi Gajah Peusangan di Lancaster House, London, pada Rabu (21/06/2026). Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan komitmen kuat Jakarta dalam menjaga kelestarian satwa liar di mata dunia. Dalam forum bergengsi tersebut, Indonesia menunjukkan peran aktifnya sebagai salah satu benteng terakhir keanekaragaman hayati global melalui kolaborasi lintas negara.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo disambut hangat oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, serta Menteri Kesetaraan Inggris, Seema Malhotra. Suasana khidmat terasa saat jajaran kehormatan memberikan penghormatan militer di pintu masuk Lancaster House sebelum Presiden diarahkan menuju ruang tunggu utama. Sebelum acara puncak dimulai, Presiden Prabowo sempat melakukan pertemuan empat mata yang hangat dengan Raja Inggris, Charles III, di State Dining Room, yang memperlihatkan kedekatan hubungan diplomatik serta kesamaan visi kedua pemimpin terhadap isu lingkungan.
Fokus utama pertemuan ini adalah penyelamatan Gajah Peusangan, sebuah inisiatif yang mendapat perhatian khusus dari CEO Circular Bioeconomy Alliance, Marc Palahi. Di hadapan Presiden Prabowo dan Raja Charles, Palahi memaparkan urgensi perlindungan habitat gajah di Aceh tersebut melalui skema ekonomi sirkular. Kedua tokoh dunia ini tampak antusias menyimak penjelasan teknis mengenai upaya filantropi yang diharapkan mampu menggalang dukungan dana dan kebijakan internasional demi keberlangsungan ekosistem hutan Sumatera yang kian terancam.
Program konservasi ini dirancang secara komprehensif untuk menciptakan koridor aman bagi satwa, guna meminimalisir konflik yang sering terjadi antara manusia dan gajah di lapangan. Selain perlindungan fisik habitat, proyek ini juga mengedepankan rehabilitasi hutan dengan melibatkan masyarakat lokal secara aktif sebagai garda terdepan. Langkah ini diambil agar upaya pelestarian lingkungan berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga di sekitar kawasan konservasi, menciptakan harmoni antara pembangunan ekonomi dan penjagaan alam liar.
Kehadiran sejumlah pejabat tinggi seperti Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mempertegas bahwa agenda ini merupakan prioritas nasional dalam kabinet Prabowo. Partisipasi aktif Presiden di London menjadi sinyal jelas bahwa Indonesia siap memimpin kolaborasi global dalam perlindungan satwa liar yang terancam punah. Diplomasi hijau ini diharapkan menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi pembangunan berkelanjutan Indonesia yang kian diakui dan diperhitungkan di kancah internasional.

Komentar