HARIAN NEGERI - Jakarta, Selasa (28/4/2026), Pimpinan Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Jakarta Raya secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kepolisian Republik Indonesia dalam melakukan transformasi sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) melalui teknologi Headland. Langkah ini dinilai sebagai terobosan krusial dalam memodernisasi sistem penegakan hukum lalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Ketua PW SEMMI Jakarta Raya, Yanto, menegaskan bahwa penerapan teknologi ETLE Headland merupakan wujud nyata dari komitmen Polri dalam menciptakan tata kelola lalu lintas yang bersih.
Menurutnya, digitalisasi ini secara otomatis menutup celah terjadinya pungutan liar (pungli) dan praktik negosiasi di lapangan yang selama ini menjadi keluhan klasik masyarakat di Ibu Kota.
“Kami melihat transformasi ETLE Headland ini sebagai langkah yang sangat berani dan positif. Dengan sistem yang terotomatisasi secara penuh, tidak ada lagi ruang untuk ‘main mata’ antara oknum petugas dan pelanggar. Semuanya tercatat secara digital, objektif, dan transparan,” ujar Yanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
Lebih lanjut, Yanto menekankan bahwa aspek akuntabilitas yang ditawarkan oleh teknologi Headland memberikan rasa keadilan bagi seluruh pengguna jalan. Setiap pelanggaran yang terekam memiliki bukti visual yang akurat, sehingga meminimalisir potensi kesalahan penindakan yang sering terjadi pada sistem tilang manual atau konvensional di masa lalu.
Selain aspek transparansi, SEMMI Jakarta Raya menilai teknologi ini sangat efektif dalam memberikan efek jera (deterrent effect) bagi para pengendara yang kerap meremehkan aturan. Keberadaan kamera cerdas yang mampu mendeteksi berbagai jenis pelanggaran selama 24 jam penuh memaksa masyarakat untuk lebih disiplin tanpa perlu dijaga secara fisik oleh petugas.
“Efek jera yang dihasilkan sistem ini jauh lebih konsisten. Pengendara kini merasa senantiasa diawasi oleh sistem, sehingga kedisiplinan bukan lagi karena takut pada petugas, melainkan kesadaran bahwa pelanggaran sekecil apa pun akan terekam dan diproses secara hukum,” tambah Yanto menjelaskan efektivitas sistem tersebut.
Yanto juga menggarisbawahi bahwa tujuan utama dari dukungan ini adalah misi kemanusiaan, yakni menekan angka kecelakaan lalu lintas di Jakarta yang masih cukup tinggi. Ia berpendapat bahwa sebagian besar kecelakaan fatal bermula dari pelanggaran aturan lalu lintas yang dilakukan secara sadar oleh oknum pengendara yang tidak tertib.
“Fokus utama kita adalah keselamatan jiwa. Kami yakin, dengan penguatan ETLE Headland, angka kecelakaan dapat ditekan secara signifikan. Jika masyarakat tertib karena sistem yang kuat, maka fatalitas di jalan raya pun akan berkurang dengan sendirinya, dan Jakarta akan menjadi kota yang lebih aman untuk semua,” tegasnya.
Sebagai penutup, PW SEMMI Jakarta Raya mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk turut mengawal dan mendukung penuh keberlanjutan program ini.
“Transformasi ini menjadi standar baru bagi instansi pelayanan publik lainnya dalam mengedepankan teknologi demi kepentingan masyarakat luas dan kemajuan Ibu Kota,” tutupnya.


Komentar