HARIAN NEGERI, Jawa Barat - Pelaku usaha travel umroh, haji, dan wisata halal dari seluruh Indonesia berkumpul dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi BERPAHALA di Bandung pada Rabu (22/4/2026). Forum yang berlangsung di Aston Pasteur Hotel ini bertujuan untuk mengkonsolidasikan industri dan membahas tantangan yang dihadapi sektor perjalanan umroh di tengah dinamika global.
Ketua Umum BERPAHALA, Semah Wafiah, menyatakan bahwa Rakernas ini difokuskan pada penyusunan program kerja yang adaptif terhadap kondisi industri saat ini. "Melalui forum ini, kami ingin menyatukan visi dan memperkuat sinergi antar pelaku usaha, sekaligus merumuskan langkah konkret yang bisa dijalankan bersama," ujarnya.
Dalam forum ini, sejumlah isu strategis dibahas, termasuk dampak geopolitik global terhadap perjalanan umroh, potensi kenaikan harga tiket pesawat, dan tekanan terhadap keberlanjutan bisnis travel. Pelaku usaha juga membahas rencana pembentukan konsorsium untuk pengadaan kebutuhan utama seperti kursi pesawat, hotel, dan visa, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya di tengah fluktuasi harga.
Wakil Ketua Umum BERPAHALA, H. Yadi Sukardi, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga daya tahan industri. "Melalui kolaborasi dan konsolidasi, pelaku usaha diharapkan bisa lebih kuat dan adaptif dalam menghadapi perubahan," katanya.
Rakernas ini juga menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia, termasuk pelatihan dan pembinaan generasi muda di sektor travel umroh dan wisata halal. Pengembangan media asosiasi untuk edukasi publik menjadi salah satu agenda penting dalam forum ini.
Aspek advokasi dan perlindungan anggota terhadap dinamika regulasi juga menjadi perhatian utama. Melalui Rakernas I ini, BERPAHALA menargetkan lahirnya program kerja prioritas dan kesepakatan bersama untuk memperkuat daya saing industri umroh dan wisata halal nasional di tengah tantangan global.


Komentar