Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa pelatihan vokasi merupakan langkah konkret untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri. "Inilah langkah konkret bagaimana Kemnaker dapat menyiapkan tenaga kerja melalui pelatihan vokasi," ujarnya saat meninjau pelaksanaan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Sumatera Utara, pada . Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch I di BBPVP Medan mencakup 10 program pelatihan dari 8 kejuruan.

Program-program tersebut meliputi Teknisi AC dari kejuruan Refrigerasi, Practical Office dari kejuruan IT, Barista, Kitchen Management, dan Housekeeping Management dari kejuruan Pariwisata, Surveyor dari kejuruan Bangunan, Operator Forklift dari kejuruan Otomotif, Las 6G dari kejuruan Las, Instalasi Tenaga Listrik dari kejuruan Listrik, serta Menjahit dari kejuruan Menjahit. Seluruh program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dunia industri dan pasar kerja. Dengan demikian, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang relevan dan siap bekerja setelah menyelesaikan pelatihan.

Yassierli meminta seluruh balai pelatihan di bawah Kementerian Ketenagakerjaan untuk terus memperluas akses pelatihan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat. Ia juga menekankan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang dalam meningkatkan jumlah peserta pelatihan. "Kalau dana kita terbatas, saya minta kepada kepala balai agar menjalin kerja sama dengan industri.

Dari situlah nanti kita bisa menyuplai tenaga kerja yang memiliki kompetensi vokasi sesuai kebutuhan industri," katanya. Yassierli menargetkan peserta PVN pada 2026 mencapai 70 ribu orang. Pada Batch I, jumlah peserta yang mengikuti pelatihan tercatat sebanyak 10.405 orang, tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD.