HARIAN NEGERI, Jakarta - Penanganan sampah di tempat penampungan sementara (TPS) Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, terus ditingkatkan. Setiap hari, tiga armada truk berkapasitas besar dikerahkan untuk mengangkut sampah dari lokasi tersebut.
Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, menyatakan bahwa volume sampah di TPS tidak hanya berasal dari warga di Kelurahan Rambutan, tetapi juga dari penopingan pohon, penertiban pedagang kaki lima di Jalan Raya Bogor, serta aktivitas di dalam terminal.
Setiap hari, tiga armada truk berkapasitas sekitar 10 ton dioperasikan untuk mengangkut sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi. Sebagian sampah juga dialihkan ke TPS di Jalan TB Simatupang, Kelurahan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, khususnya untuk jenis kayu yang akan dihancurkan di lokasi tersebut.
Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, menjelaskan bahwa TPS yang berada di dalam area terminal dapat dimanfaatkan oleh masyarakat karena merupakan lahan milik pemerintah. Ia mengingatkan agar warga tetap mematuhi jadwal pembuangan sampah.
Terminal Kampung Rambutan, yang merupakan terminal tipe A melayani angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan bus dalam kota, mengelola kebersihan secara mandiri dengan menyiapkan petugas serta sarana pendukung. Pengangkutan sampah dilakukan secara berkala dengan melibatkan koordinasi bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur.
Revi berharap upaya ini dapat mencegah penumpukan sampah dalam waktu lama di TPS Terminal Kampung Rambutan. Ia ingin agar semua pihak yang beraktivitas di terminal merasa nyaman tanpa bau sampah yang menyengat.


Komentar