HARIAN NEGERI, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menekankan pentingnya integritas bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dalam seminar Pelatihan Dasar CPNS Gol III dan Gol II di Gedung Dinas Teknis Abdul Muis, Jakarta Pusat. Rano menyampaikan bahwa integritas merupakan pondasi pelestarian budaya dan penguatan Jakarta menuju kota global.

Kegiatan ini diikuti oleh 2.300 CPNS Pemprov DKI Jakarta secara daring dan luring. Rano mengingatkan bahwa setelah menyelesaikan orientasi, mereka akan menandatangani Pakta Integritas, yang menunjukkan komitmen mereka terhadap nilai-nilai integritas.

Rano menjelaskan bahwa integritas tidak hanya penting bagi CPNS, tetapi juga bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di semua tingkatan. Ia menegaskan bahwa tanpa integritas yang kuat, akan sulit untuk menghadapi tantangan seperti pemotongan dana bagi hasil dari pemerintah pusat yang mencapai Rp 15 triliun.

Wagub juga menjelaskan bahwa budaya, yang berasal dari bahasa Sansekerta, merupakan hasil dari akal dan upaya. Untuk melestarikan kebudayaan, dibutuhkan integritas yang terus-menerus dilatih, agar Jakarta dapat menjadi kota global tanpa kehilangan jati dirinya.

Rano menambahkan bahwa Jakarta telah menjadi melting point dari berbagai budaya, dan keberagaman ini harus dijadikan kekuatan untuk menyelenggarakan berbagai event budaya. Sejak Desember 2025 hingga April 2026, Jakarta telah menggelar berbagai acara besar yang menunjukkan keragaman budaya, termasuk Natal, Tahun Baru, dan festival Ramadhan.

Ia juga mengingatkan bahwa pada tahun 2027, Jakarta akan berusia 500 tahun. Dalam menghadapi era digitalisasi, Rano meminta CPNS untuk memperkuat kemampuan digital mereka, namun tetap berpegang pada integritas dan tidak menyalahgunakannya untuk kepentingan pribadi.

Dengan komitmen terhadap integritas dan budaya, Rano optimis Jakarta dapat terus berkembang sebagai kota global yang aman dan berbudaya.