HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Lowongan Philips Industries'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.
Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Akun TikTok “INFO LOWONGAN KERJA” pada mengunggah video [arsip] disertai narasi: JOBSITE : Kota, Batam ( KEPULAUAN RIAU ) UNTUK PENDAFTARAN SILAKAN KLIK LINK YANG ADA DI BIO PROFIL Hingga , unggahan tersebut telah ditonton hampir 5.700 kali, mendapatkan 50-an tanda suka, dan dibagikan ulang belasan kali. Tim Pemeriksa Fakta
Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.
Dalam unggahannya pada September 2023, perusahaan menegaskan informasi lowongan pekerjaan bisa diakses melalui akun LinkedIn resmi “Philips”, serta perusahaan penyedia jasa rekrutmen dan penempatan kerja Danka Hureco dan Tunas Karya. Dilansir dari laman careers.philips.com/apac/en/jobs-in-indonesia, diketahui bahwa perusahaan saat ini sedang membuka lowongan pekerjaan untuk beberapa posisi di berbagai kantor cabang di Indonesia. Calon pelamar harus memilih lowongan yang tersedia untuk melihat detail persyaratannya di laman tersebut.
Baca Juga :
[SALAH] MK dan DPR Resmi Hentikan MBGSetelah itu, calon pelamar bisa mengeklik tombol “Apply Now” untuk mengikuti proses rekrutmen. Salah Sumber: [konten multimedia] [sumber] Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.
Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli


Komentar