HARIAN NEGERI, Jakarta — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa meluncurkan program Indonesia Muda Bicara sebagai ruang dialog dan ekspresi bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan serta pandangan secara terbuka.

Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid mengatakan program tersebut dirancang sebagai forum yang mendorong anak muda menyampaikan pemikiran secara terstruktur dan kontekstual.

“Ini merupakan wadah yang baik bagi anak muda untuk merumuskan pandangan dan gagasan secara sistematis serta menyampaikannya dalam konteks yang tepat,” ujar Kholid saat peluncuran Indonesia Muda Bicara di Kantor DPTP PKS, Rabu, sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, gagasan pembentukan program ini berangkat dari keberanian anak muda dalam menyuarakan aspirasi, termasuk peran signifikan generasi muda dalam mobilisasi massa melalui media sosial pada rangkaian demonstrasi Agustus 2025.

Menurut Kholid, keberanian anak muda untuk berbicara dan mengekspresikan pandangan merupakan indikator penting bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia.

“Selama anak muda tidak dibungkam dan tidak takut menyampaikan pendapat, demokrasi Indonesia akan tetap hidup,” katanya.

Karena itu, PKS memandang perlu menyediakan ruang yang aman dan inklusif bagi generasi muda untuk berdialog, berekspresi, serta menyampaikan pandangan kritis secara konstruktif.

“PKS ingin hadir sebagai teman berdiskusi dan mitra bagi anak muda dalam menyampaikan gagasan,” ujarnya.

Kholid berharap Indonesia Muda Bicara tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi berkembang menjadi gerakan yang mengakar dan berkelanjutan di kalangan generasi muda.