HARIAN NEGERI - Di tengah hamparan sawah Desa Kertamukti, Karawang, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi kepada para pejuang pangan nasional. Momen ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan perayaan atas tercapainya swasembada pangan tahun 2025 yang menjadi tonggak sejarah baru bagi kemandirian bangsa. Kehadiran Presiden di tengah petani menegaskan komitmen pemerintah dalam menempatkan sektor agraria sebagai pilar utama kedaulatan negara.
Suasana khidmat menyelimuti acara Panen Raya pada Rabu (7/1/2026) saat Sekretaris Militer Presiden membacakan Keputusan Presiden Nomor 1 dan 2/TK/Tahun 2026. Dengan penuh rasa bangga, Presiden Prabowo menyematkan langsung tanda kehormatan kepada para tokoh yang dianggap berjasa besar dalam menjaga ketahanan pangan. Penghargaan ini menjadi simbol terima kasih negara atas dedikasi mereka yang bekerja di balik layar maupun di garis depan persawahan.
Baca Juga:
Bonus Rekor! Presiden Prabowo Kucurkan Rp465 Miliar untuk Pahlawan Olahraga SEA Games ThailandMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjadi salah satu sosok utama yang menerima Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama. Penghargaan tertinggi di bidang jasa ini diberikan atas keberhasilannya mengorkestrasi kebijakan pertanian nasional hingga mencapai target swasembada. Kepemimpinan Amran dinilai krusial dalam menggerakkan roda birokrasi dan teknis pertanian di seluruh pelosok Indonesia.
Namun, panggung kehormatan kali ini juga milik para petani di akar rumput. Heri Sunarto, petani dari Kelompok Tani Ngudi Luhur, Sukoharjo, berhasil meraih Bintang Jasa Pratama. Selain itu, negara juga memberikan Bintang Jasa Nararya kepada Bobby Irfan Effendi, seorang penyuluh pertanian dari Ogan Komering Ulu Timur, serta Winarto, petani asal Ngawi. Kehadiran mereka di podium kehormatan membuktikan bahwa kontribusi sekecil apa pun di lapangan mendapatkan pengakuan setinggi langit dari negara.
Tak berhenti di situ, sebanyak 102 tokoh dari berbagai latar belakang dianugerahi Satyalancana Wira Karya. Daftar penerima mencakup jajaran perwira TNI, Polri, hingga kepala daerah seperti Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Bupati Karawang Aep Syaepuloh. Kolaborasi lintas sektor ini, menurut Presiden Prabowo, adalah kunci utama mengapa Indonesia mampu berdiri tegak dalam urusan pangan. Beliau menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah fondasi penting bagi stabilitas nasional dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Komentar