HARIAN NEGERI - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) serta pengadaan kapal tangkap ikan di seluruh pelosok tanah air. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja masif sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sektor kelautan.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa Presiden menginginkan ritme kerja yang lebih cepat, terutama pada program-program yang bersifat padat karya. Dalam pertemuan di Hambalang, Bogor, Prasetyo menegaskan bahwa pembangunan kampung nelayan menjadi prioritas utama karena dampaknya yang langsung dirasakan oleh masyarakat pesisir.

Selain fokus pada aspek ekonomi, program ini juga dirancang untuk mengatasi masalah gizi di Indonesia. Dengan infrastruktur yang lebih baik dan armada kapal yang modern, pemerintah optimistis produksi protein dari sektor perikanan akan meningkat signifikan, sehingga asupan nutrisi bagi rakyat dapat terpenuhi dengan lebih merata.

Data terbaru dari Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan keberhasilan awal proyek ini, di mana pembangunan di 65 lokasi telah menyerap sekitar 17.550 tenaga kerja. Setiap daerah rata-rata melibatkan 270 pekerja, mulai dari sektor konstruksi hingga operasional hulu dan hilir, yang membuktikan efektivitas program dalam menekan angka pengangguran.

Pemerintah tidak berhenti di angka tersebut. Setelah merampungkan tahap pertama di 65 titik, proyek KNMP akan terus dikembangkan hingga mencapai target ambisius sebanyak 1.000 titik di seluruh pesisir Indonesia. Transformasi ini diharapkan tidak hanya membangun fisik bangunan, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi pesisir yang mandiri dan inklusif bagi masa depan nelayan Indonesia.