HARIAN NEGERI - Tim pemeriksa fakta hariannegeri.com menemukan bahwa beredar luas informasi tentang seorang bocah laki-laki yang meninggal dengan bekas jahitan di dada dan perutnya. Informasi ini viral dalam beberapa pekan terakhir dan menyebabkan kekhawatiran di masyarakat.

Dua video dan satu foto yang memperlihatkan seorang bocah yang meninggal dengan bekas jahitan di dada dan perutnya viral dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah klaim menyatakan bahwa bocah laki-laki tersebut adalah korban penculikan yang organ tubuhnya diambil.

Penelusuran Fakta

Tim hariannegeri.com telah melakukan penelusuran mendalam untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut. Dari hasil penelusuran, ditemukan bahwa video dan foto tersebut beredar di WhatsApp dan Facebook sejak 17 Februari 2020. Beberapa unggahan video dan foto tersebut telah dibagikan lebih dari 1.700 kali. 

Dari penelusuran lebih lanjut, ditemukan bahwa peristiwa itu disebut terjadi di belakang masjid Esbok, Tawau, Sabah, Malaysia. Beberapa akun menjelaskan bahwa bocah itu bukan korban penculikan, melainkan meninggal karena tenggelam. Jahitan di tubuhnya adalah hasil bedah post-mortem dari rumah sakit. 

Dilansir dari tempo, Tempo mencocokkan penjelasan dari beberapa akun itu dengan percakapan warga yang terdengar dari video pertama. Dialog dalam video itu memakai bahasa Melayu, Malaysia. 

Salah satu dialog yang terdengar dengan jelas adalah "tunggu polis". 

Polis merupakan sebutan bagi polisi di Malaysia. Menurut Zam Yusa, analis konsultasi keamanan regional di Sabah, Tawau menjadi salah satu pusat komunitas campuran Indonesia dan Sabahan. 

Adapun jahitan pada tubuh anak itu adalah jahitan post-mortem dari rumah sakit. Post-mortem merupakan tindakan pemeriksaan keseluruhan untuk memperoleh dan mencatat data lengkap mengenai korban dan penyebab kematiannya.

Kesimpulan

Dilansir dari hasil pemeriksaan fakta Cek Fakta Tempo - Tempo.co, informasi tersebut dinyatakan Keliru. Cek Sumber Asli