HARIAN NEGERI - Sebuah narasi yang mengeklaim bahwa pemerintah China secara resmi telah menutup pintu masuk bagi wisatawan asal Israel tengah menjadi perbincangan hangat di platform media sosial. Informasi ini menyebar dengan cepat dan memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet terkait kebijakan diplomatik antarnegara tersebut.
“China Tolak Wisatawan Israel. China secara resmi menutup pintu masuknya bagi wisatawan Israel”.

Penelusuran Fakta

Berdasarkan laporan CekFakta, unggahan yang dibagikan oleh akun Facebook “NesTV” pada Selasa (20/1/2026) tersebut tidak memiliki dasar kebenaran yang valid. Penelusuran menunjukkan bahwa hingga saat ini, tidak ada pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri China maupun otoritas imigrasi setempat yang menyatakan adanya kebijakan penutupan akses bagi warga negara Israel. Meskipun unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 18.300 tanda suka dan dibagikan ulang ratusan kali, narasi yang disampaikan merupakan bentuk disinformasi. Tidak ditemukan bukti dari sumber pemerintahan maupun lembaga berita internasional kredibel yang mendukung klaim tersebut.

Kesimpulan

Dengan demikian, klaim yang menyatakan bahwa China secara resmi menutup pintu bagi wisatawan Israel adalah tidak benar atau salah. Masyarakat diimbau untuk selalu bersikap kritis dan melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang beredar di media sosial guna mencegah penyebaran hoaks yang dapat menyesatkan opini publik.

 

Rujukan: CekFakta