HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Prabowo Bakal Bongkar Dana Rp100 Triliun Milik Gibran'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.

Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Akun Facebook “I Kadek Mariana” pada membagikan video [arsip] dengan narasi: “PRABOWO BONGKAR DANA 100 T GIBRAN AKAN SEGERA DI TAHAN  TERBONGKAR!! pakta dan sudah terbukti ,k3bij4kan sang m4ntan hany4 untuk memperkaya diri!?

gimana menurut masyarakat ???” Per konten tersebut telah mendapat lebih dari 4.000-an tanda suka, menuai 2.700-an komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 399 kali oleh pengguna Facebook lainnya. Tim Pemeriksa Fakta

Berita ini melaporkan bahwa Presiden Prabowo menyatakan pemerintahannya mampu mengamankan dana lebih dari Rp300 triliun dalam 100 hari kerja. Berita katadata.co.id “Emiten Adik Prabowo (WIFI) Bongkar Strategi Usai Menang Lelang Frekuensi 1,4 GHz”, tayang . Berita ini melaporkan bahwa Emiten milik adik Presiden Prabowo, Hashim Djojohadikusumo yakni PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge berencana meluncurkan layanan internet murah bernama Starlite.

Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Presiden Prabowo bongkar dana Rp100 triliun milik Gibran”. Salah Sumber: [tangkapan layar] Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli