HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Iran Putus Kabel Optik Selat Hormuz, Bisa Bikin Saldo QRIS Hilang'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.

Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “berita viral” pada . Unggahan beserta narasi : PETAKA DIDEPAN MATA: JIKA IRAN PUTUS KABEL OPTIK BAWAH LAUT DI SELAT HORMUZ, SALDO QRIS DAN MEDSOS BAKAL LENYAP” Hingga unggahan telah mendapatkan 830 tanda suka, 196 komentar dan telah dibagikan ulang 86 kali.

Tim Pemeriksa Fakta

Dikutip dari IPTP Networks, kerusakan kabel optik memang dapat mengganggu koneksi internet dan transaksi digital. Namun, jaringan global tidak bergantung pada satu kabel saja. Terdapat banyak jalur kabel alternatif yang saling terhubung.

Indonesia memiliki puluhan kabel optik bawah laut termasuk SeaMeWe-5 yang jalurnya berdekatan dengan kawasan Timur Tengah, termasuk Selat Hormuz. Dengan demikian, gangguan pada satu kabel hanya berdampak pada wilayah atau jaringan tertentu, bukan melumpuhkan seluruh sistem digital. Selain itu, saldo QRIS tersimpan di server perbankan dan pusat data yang dilengkapi sistem cadangan, sehingga tidak akan hilang akibat gangguan jaringan.

Hal serupa berlaku pada media sosial yang menyimpan data di server terdistribusi, sehingga gangguan kabel hanya mempengaruhi akses, bukan menghapus data atau platform. Salah Sumber: [tangkapan laya... Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH.

Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli