HARIAN NEGERI - Sebuah video yang memperlihatkan ribuan massa di Iran menyalakan lampu ponsel di tengah kegelapan jalanan menjadi sorotan luas di media sosial. Video ini diklaim sebagai bentuk perlawanan warga terhadap pemutusan akses internet dan listrik oleh otoritas setempat, namun hasil penelusuran menunjukkan fakta yang berbeda.
“Internet diputus dan lampu jalan padam, warga Iran nyalakan lampu ponsel,” tulis narasi dalam video yang beredar tersebut.

Penelusuran Fakta

Berdasarkan laporan CekFakta yang merujuk pada verifikasi Tirto.id, video yang diunggah oleh akun Facebook @Calon Ilmuan pada Januari 2026 tersebut tidak merepresentasikan kejadian nyata. Meskipun benar bahwa Iran tengah menghadapi gelombang demonstrasi besar yang mengakibatkan ratusan korban jiwa menurut data Iran Human Rights (IHRNGO), video yang menampilkan lautan cahaya ponsel tersebut teridentifikasi sebagai konten buatan kecerdasan buatan (AI).

Visual dalam video menunjukkan ciri-ciri rekayasa digital yang tidak selaras dengan dokumentasi jurnalistik di lapangan. Hingga pertengahan Januari 2026, video tersebut telah ditonton ribuan kali dan tersebar di berbagai platform seperti Instagram. Para ahli mengingatkan bahwa di tengah situasi konflik, konten visual buatan AI seringkali digunakan untuk memperkuat narasi tertentu meskipun tidak memiliki basis data kejadian yang autentik.

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa video yang mengeklaim demonstran Iran menyalakan senter ponsel di tengah kegelapan adalah salah. Konten tersebut merupakan hasil rekayasa AI dan bukan merupakan rekaman asli dari peristiwa demonstrasi yang sedang berlangsung.

 

Rujukan: CekFakta