HARIAN NEGERI - Sebuah unggahan video yang mengeklaim adanya aksi protes mahasiswa terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan telah memicu perhatian publik di media sosial. Narasi tersebut mengecam kebijakan pemerintah yang dianggap tidak menghormati nilai-nilai ibadah puasa dengan tetap menjalankan program makan di sekolah pada siang hari. Namun, berdasarkan verifikasi fakta, konten tersebut merupakan hasil rekayasa digital. Berikut adalah narasi yang beredar di media sosial:
“KAMI MAHASISWA MENOLAK KERAS PERNYATAAN YANG MENGATAKAN SELAMA BULAN RAMADAN MBG TETAP BERJALAN... ANAK-ANAK INI SUDAH PUASA... LALU DI SEKOLAH MALAH DIKASIH MAKAN DI SIANG HARI... ITU PELECEHAN AKAL SEHAT... KAMI TIDAK BUTUH ATURAN YANG MEMAKSA KAMI BUTUH NEGARA YANG BERPIKIR PEKA DAN MENGHORMATI REALITAS SOSIAL”

Penelusuran Fakta

Berdasarkan laporan TurnBackHoax, tim pemeriksa fakta melakukan penelusuran mendalam terhadap video yang diunggah oleh akun Facebook “Novita Kidamu” serta beberapa akun lainnya di platform Instagram dan X. Hasil analisis menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan, Hive Moderation, menunjukkan bahwa konten video tersebut memiliki probabilitas sebesar 88,3 persen sebagai hasil rekayasa AI (Artificial Intelligence). Lebih lanjut, penelusuran melalui mesin pencari Google tidak menemukan adanya bukti kredibel mengenai aksi mahasiswa dengan tuntutan spesifik seperti yang digambarkan dalam video tersebut. Meskipun terdapat laporan dari detik.com mengenai demonstrasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Mataram pada Maret 2025 yang menolak program MBG, isu yang diangkat berkaitan dengan desakan pengesahan UU Perampasan Aset, bukan mengenai teknis pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan. Selain itu, TurnBackHoax juga mencatat bahwa sebelumnya sempat beredar hoaks serupa yang mengeklaim Menteri Keuangan berniat menghentikan program MBG saat puasa, yang telah dinyatakan sebagai informasi salah pada Desember 2025. Hingga saat ini, tidak ada pernyataan resmi atau bukti lapangan yang mendukung klaim bahwa program MBG dipaksakan berjalan dengan cara yang melecehkan ibadah puasa siswa di sekolah.

Kesimpulan

Video yang mengeklaim mahasiswa menolak program MBG selama Ramadan karena dianggap mengganggu ibadah puasa adalah konten yang dimanipulasi atau hoaks. Faktanya, video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dan tidak merepresentasikan kejadian nyata di lapangan. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap konten visual yang terlihat meyakinkan namun bertujuan untuk memicu sentimen negatif.

 

Rujukan: TurnBackHoax

Baca Juga: Kemenko Perekonomian