HARIAN NEGERI - JAKARTA, Kamis (2/3/2026), Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) memperingati Milad ke-70 sebagai momentum refleksi dan konsolidasi gerakan dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Di usia yang telah matang ini, SEMMI menegaskan komitmennya untuk kembali kepada khittah perjuangan, yakni sebagai organisasi kader yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, keumatan, dan kebangsaan.
Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kepemudaan PB SEMMI, Muhammad Senanatha, menyampaikan bahwa semangat SEMMI sejatinya adalah semangat Islam itu sendiri semangat yang menjunjung tinggi keadilan, keberanian dalam menyuarakan kebenaran, serta keberpihakan kepada kaum yang tertindas. Hal ini sebagaimana telah ditegaskan oleh para pendiri dan tokoh-tokoh SEMMI, bahwa perjuangan mahasiswa tidak boleh tercerabut dari nilai-nilai Islam yang menjadi ruh gerakan.
“Di usia ke-70 ini, SEMMI harus kembali meneguhkan jati dirinya. Bukan sekadar organisasi mahasiswa biasa, tetapi sebagai gerakan moral dan intelektual yang membawa misi keislaman dalam setiap langkah perjuangannya,” ujar Muhammad Senanatha, Kamis (2/4/2026)
Lebih lanjut, SEMMI memandang bahwa tantangan globalisasi, krisis moral, serta ketimpangan sosial yang terjadi saat ini menuntut hadirnya kader-kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan ideologis.
"Oleh karena itu, penguatan kaderisasi berbasis nilai Islam menjadi prioritas utama dalam menyongsong masa depan organisasi," lanjutnya.
Senanatha juga menegaskan bahwa momentum Milad ke-70 ini juga menjadi ajakan bagi seluruh kader SEMMI di seluruh Indonesia untuk memperkuat soliditas, memperluas kontribusi nyata di tengah masyarakat, serta menjaga marwah organisasi sebagai bagian dari kekuatan moral bangsa.
"SEMMI berkomitmen untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan sosial, membela kepentingan umat, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional yang berlandaskan nilai-nilai keislaman," tutupnya.


Komentar