HARIAN NEGERI - BPC HIPMI Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui kolaborasi strategis bersama DPD KNPI Kota Bandung, KADIN Kota Bandung, dan Telkom University. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Hutanika, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, malam.Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi langkah awal membangun gerakan bersama dalam menghadapi tantangan ekonomi sekaligus memperluas peluang lahirnya pengusaha-pengusaha muda baru di Kota Bandung.Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bandung, Ibrahim Imaduddin Islam, mengatakan kerja sama tersebut merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara organisasi kepemudaan, dunia usaha, dan perguruan tinggi dalam menciptakan solusi nyata bagi persoalan ekonomi masyarakat.Menurutnya, kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan membutuhkan kolaborasi yang lebih erat antarlembaga agar mampu menghasilkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya generasi muda.“Kita tahu kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja.
Karena itu kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan agar semakin banyak anak muda yang berwirausaha, mampu membuka lapangan kerja, dan pada akhirnya bisa berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Ibrahim.Ia menilai, penandatanganan MoU bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari pelaksanaan berbagai program konkret yang akan dijalankan bersama.
HIPMI, kata Ibrahim, siap mengambil peran dalam pengembangan kewirausahaan melalui pelatihan, seminar, pendampingan bisnis, program mentorship hingga membuka akses pembiayaan bagi para pelaku usaha muda.Melalui kolaborasi tersebut, HIPMI juga akan mendorong pembentukan inkubator bisnis di tingkat kecamatan sebagai ruang pembinaan bagi calon wirausaha baru sekaligus memperkuat ekosistem usaha yang berkelanjutan di Kota Bandung.Menurut Ibrahim, kekuatan kolaborasi ini terletak pada peran masing-masing lembaga yang saling melengkapi. KNPI memiliki jaringan organisasi kepemudaan hingga tingkat kecamatan, Telkom University menghadirkan pendekatan berbasis riset dan akademik, sementara HIPMI dan KADIN memiliki pengalaman membangun dunia usaha beserta jaringan pengusaha yang luas.“HIPMI dan KADIN memiliki kurikulum kewirausahaan, akses permodalan, serta jaringan pengusaha dari berbagai sektor yang dapat menjadi rantai pasok maupun mitra bagi para pelaku usaha baru.
Ketika seluruh kekuatan ini disatukan, kami optimistis akan lahir ekosistem kewirausahaan yang lebih kuat di Kota Bandung,” katanya.Bagi HIPMI, sambung Ibrahim, kolaborasi tersebut menjadi implementasi nyata semangat pentahelix yang mempertemukan organisasi kepemudaan, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan dalam satu gerakan bersama membangun ekonomi daerah.“Kami menyambut baik inisiatif ini dan siap berkolaborasi dengan seluruh pihak.
Tujuan akhirnya bukan hanya mencetak pengusaha baru, tetapi membangun ekosistem yang mampu melahirkan lebih banyak lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bandung,” tutup Ibrahim.Ketua DPD KNPI Kota Bandung, Bena Aji Satria, mengatakan kolaborasi tersebut berangkat dari semangat pemuda untuk menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai tantangan ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat.“KNPI tidak ingin hanya menjadi organisasi kepemudaan yang berhenti pada aktivitas seremonial.
Kami ingin menghadirkan gerakan nyata yang berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya pemuda Kota Bandung,” ujar Bena.Ia menjelaskan, kolaborasi ini merupakan inisiasi Bidang Ekonomi DPD KNPI Kota Bandung yang diisi oleh anak muda dengan semangat kewirausahaan dan pembangunan ekonomi. Karena itu, KNPI memilih menggandeng KADIN dan HIPMI yang memiliki pengalaman dalam pengembangan dunia usaha, serta Telkom University sebagai mitra akademik yang akan memastikan seluruh program disusun berdasarkan riset dan kajian ilmiah.Bena menilai sinergi tersebut penting karena KNPI memiliki jaringan organisasi yang kuat hingga tingkat kecamatan dengan 151 Organisasi Kepemudaan (OKP).


Komentar