HARIAN NEGERI - Jakarta, Jum'at (13/2/2026), Solidaritas Mahasiswa Indonesia Timur (SMIT) laksanakan aksi di depan Mabes Polri, membawa tuntutan sekaligus melapor tentang Rokok Ilegal yang beredae di Maluku Utara.
Kordinator Lapangan, Valdo JR dalam orasinya, bahwa Kebocoran pendapatan negara akibat peredaran rokok ilegal di wilayah Maluku Utara kini berada pada titik yang mengkhawatirkan.
“Berdasarkan hasil investigasi terhadap jalur distribusi logistik mengungkapkan bahwa Pelabuhan Tobelo diduga kuat menjadi pintu masuk utama bagi ribuan karton rokok tanpa pita cukai yang kini membanjiri pasar Halmahera secara keseluruhan,” ujar Valdo dalam orasinya.
Valdo menyesalkan bahwa praktik ini tidak hanya merusak peta persaingan usaha yang sehat, tetapi juga secara langsung merampok potensi penerimaan kas negara dari sektor Cukai Hasil Tembakau (CHT) dalam skala masif.
“Ini bukan sekedar pedagang kecil yang mencoba peruntungan, tapi sudah mengarah pada sindikasi yang rapi. Jika aparat tidak segera memutus jalur logistiknya, negara bukan hanya rugi secara finansial, tapi wibawa hukum kita sedang dipertaruhkan di depan mafia rokok ini,” ungkapnya.
“Sungguh ironis, rokok ilegal dengan nama rastel dan omni sudah beredar kurang lebih tiga tahun tetapi tidak ada upaya penertiban oleh Polda Maluku Utara dan Polres Halmahera Utara, bahkan terlihat membiarkan produk-produk ilegal yang membanjiri pasar maluku utara,” tegasnya.
Dengan adanya pembiaran yang di lakukan oleh POLDA Maluku Utara dan POLRES Halmahera Utara. Maka kami menuntut:
- Copot KAPOLDA Maluku Utara.
- Copot Kapolres Halmahera Utara.
- MABES POLRI tangkap dan adili pelaku penjualan barang-barang ilegal

Komentar