HARIAN NEGERI - Bolaang Mongondow Selatan, Jumat (13/2/2026), Hunian Tetap (HUNTAP) Relokasi Pasca Bencana Erupsi Gunung Ruang diresmikan oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Sebagai Perwakilan Kemenko PMK, Lilik Kurniawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan Huntap merupakan bentuk langkah strategis pemerintah untuk menjauhkan masyarakat dari resiko bencana

"Sebelumnya, izinkan saya untuk membuka dan Meresmikan Huntap ini. Dalam rangka menjauhkan masyarakat dari Bencana, pemerintah berhasil menghadirkan opsi membangun Huntap secara strategis demi menjamin rasa aman yang berkelanjutan," ujar Lilik Kurniawan, dalam sambutannya. Jum'at (13/2/2026).

Lilik juga menekankan bahwa pembangunan Huntap bukan sekedar membangun bentuk fisik rumah (House) tapi juga sebagai rumah tercinta dan bentuk kebersamaan (Home). Menurutnya dengan hal itu yang menjadi dasar membangun kembali kawasan dengan prinsip lebih baik, aman serta berkelanjutan.

"Ingat Huntap ini Home bukan House. Disinilah keluarga berkumpul, terbangun kehidupan baru, bahkan fasilitas seperti dermaga telah dipersiapkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Lilik mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang dijalankan. Dia mengatakan bahwa kerjasama antar sektor ini adalah bentuk nyata dari keseriusan pemerintah dalam mempercepat pembangunan serta penguatan ketangguhan masyarakat.

"Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dan Pemkab Bolsel dinilai berhasil menunjukkan bentuk kolaborasi nyata yang berdampak langsung pada kemajuan masyarakat terdampak," lanjutnya dengan tegas. 

Lilik juga menegaskan bahwa Kesiapan Operasional Huntap harus menjadi perhatian utama. Selain itu pendampingan kepada masyarakat harus terus dilakukan, bukan hanya saat serah terima saja.

"Ingat pemenuhan kebutuhan dasar harus terjamin. Pendampingan masyarakat harus berkelanjutan agar benar-benar tangguh dan terbangun pasca bencana," tegasnya.