HARIAN NEGERI - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mengubah wajah industri nasional melalui penguatan peran perguruan tinggi. Dalam pertemuan strategis bersama para rektor dan pimpinan perguruan tinggi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026), Kepala Negara meminta agar riset dan inovasi dari kampus tidak lagi sekadar menjadi dokumen akademik, melainkan mesin utama penggerak hilirisasi dan peningkatan pendapatan negara.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo memberikan perspektif baru mengenai makna kepahlawanan di era modern. Jika dahulu pahlawan adalah mereka yang mengangkat senjata melawan penjajah, kini pahlawan bangsa adalah para akademisi dan peneliti yang mampu melahirkan terobosan teknologi. Inovasi-inovasi inilah yang diyakini akan menjadi kunci bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah dan memperkuat kedaulatan ekonomi.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa Presiden sangat menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan sektor industri. Riset yang dilakukan di laboratorium kampus harus sejalan dengan kebutuhan nyata industri nasional. Hal ini krusial mengingat pemerintah melalui Danantara tengah menyiapkan 18 proyek hilirisasi raksasa yang membutuhkan dukungan sumber daya manusia (SDM) unggul serta penguasaan sains dan teknologi yang mumpuni.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap visi tersebut, pemerintah mengumumkan langkah konkret berupa penambahan alokasi dana riset dan inovasi. Tidak tanggung-tanggung, tambahan anggaran sebesar Rp4 triliun disiapkan untuk memacu semangat para peneliti dan guru besar di seluruh Indonesia. Dana ini diharapkan menjadi stimulus bagi perguruan tinggi untuk mengambil peran signifikan dalam pembangunan nasional yang berbasis pada nilai tambah.

Visi besar ini bermuara pada satu tujuan: memastikan kekayaan alam Indonesia dikelola sepenuhnya oleh anak bangsa. Presiden Prabowo optimistis bahwa dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri, Indonesia tidak hanya akan dikenal sebagai pemilik sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga sebagai bangsa yang unggul dalam mengolahnya melalui kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi sendiri.