HARIAN NEGERI - Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas untuk mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di seluruh pelosok tanah air. Langkah strategis ini diambil bukan hanya untuk mempercantik kawasan pesisir, melainkan sebagai mesin penggerak ekonomi yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sektor perikanan yang lebih modern.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa Presiden menginginkan ritme kerja yang jauh lebih cepat, terutama pada proyek-proyek yang bersifat padat karya. Dalam pertemuan di Hambalang, Bogor, Prasetyo menekankan bahwa pembangunan kampung nelayan dan pengadaan kapal tangkap ikan menjadi prioritas utama untuk segera direalisasikan guna membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat lokal.
Baca Juga:
Gerak Cepat Prabowo Pulihkan Aceh hingga Sumbar: Tito Karnavian Pimpin Satgas Khusus BencanaData terbaru menunjukkan dampak nyata dari program ini terhadap kesejahteraan warga. Hingga awal tahun 2026, pembangunan KNMP di 65 lokasi telah berhasil menyerap sekitar 17.550 tenaga kerja. Dengan rata-rata 270 pekerja di setiap titik, proyek ini melibatkan berbagai lapisan profesi, mulai dari buruh konstruksi, nelayan, hingga tenaga operasional yang mengelola fasilitas logistik dari hulu hingga ke hilir.
Selain aspek ekonomi, proyek mercusuar ini memiliki misi sosial yang mendalam, yakni meningkatkan asupan protein masyarakat Indonesia secara masif. Dengan penyediaan kapal tangkap ikan yang lebih canggih dan fasilitas kampung nelayan yang mumpuni, pemerintah optimistis produksi perikanan nasional akan melonjak tajam. Hal ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam menekan angka stunting dan memperbaiki kualitas gizi generasi mendatang melalui konsumsi ikan.
Ke depan, pemerintah telah menyusun peta jalan ambisius untuk memperluas jangkauan program ini. Setelah menyelesaikan tahap pertama, proyek akan segera berlanjut ke 35 titik tambahan sebelum akhirnya ditargetkan mencapai 1.000 lokasi di seluruh pesisir Indonesia. Melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi yang inklusif, pembangunan ini dirancang agar masyarakat pesisir tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama dalam kemajuan ekonomi biru Indonesia.

Komentar