HARIAN NEGERI - Kegiatan Jakarta Future Festival (JFF) 2026 menggelar kegiatan urban talk dengan mengangkat tema "Akselerasi Kreasi Lokal Mencipta Produk Global" di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jalan Cikini Raya, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6)."Pemerintah harus bisa menciptakan stimulan,"Forum yang menghadirkan narasumber Staf Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Yovi Widianto, Founder Jakarta Fashion Week (JFW) Svida Alisjahbana, Praktisi Industri Musik dan Budaya Ki Ageng Bondan serta Akademisi Ekonomi Kreatif Dwi Sita Larasati, membahas penguatan ekosistem Ekraf dalam membangun Jakarta menuju kota global.Staf Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Yovi Widianto mengatakan, pemerintah terus berupaya mendorong agar ekonomi kreatif terus tumbuh. Tidak hanya mendorong dengan menggelar berbagai event, tapi juga dukungan kebijakan seperti penurunan pajak royalti hingga hanya berkisar 1,5 persen."Pemerintah harus bisa menciptakan stimulan. Karena itu merupakan kontribusi konkrit pada Ekraf," katanya.Dijelaskan Yovi, sejak hampir 500 tahun silam Jakarta merupakan kota yang terbuka kepada dunia.
Sebagai kota melting point yang tidak hanya disambangi seniman dari berbagai daerah Jakarta juga biasa menerima tamu dari berbagai negara.Sebab itu, diyakininya seniman di Jakarta sudah sangat siap untuk mendunia dan tinggal upaya pemerintah agar bisa mengakselarasinya."Selama ini banyak dari seniman lokal yang telah berkarya secara sporadis dan mampu menembus pasar dunia," ucapnya.Ia juga berpesan agar pelaku seni tidak perlu khawatir dengan perkembangan teknologi AI, karena teknologi ini bisa dimanfaatkan sebagai alat untuk terus berkembang."Dulu kita berkarya secara sporadis banyak yang berprestasi.
Apalagi kalau sekarang didukung pemerintah," tegasnya.Sedangkan Founder Jakarta Fashion Week (JFW), Svida Alisjahbana mengungkapkan tentang pentingnya memberi ruang kepada generasi muda untuk berkarya."Event JFW yang telah 19 tahun digelar banyak memberi kesempatan pada designer-designer muda," ungkapnya.Dilanjutkannya, fashion sebagai produk Ekraf tidak hanya dilihat sebagai komoditas tapi juga mengkomunikasikan identitas. Dicontohkannya, identitas fashion sangat kuat di kota global top dunia seperti Paris, Milan dan New York sehingga bisa memperkuat brand kota."Dengan berbagai potensi dan kelebihan yang dimiliki, saya optimistis Jakarta bisa menjadi ibukota fashion bagi Southeast Asea.
Untuk itu, dibutuhkan peran semua pihak mulai dari pelaku industri, media pemerintah untuk mengakselarasi," bebernya.Sebagai contoh peran pemerintah, Svida menyebut ada dua lokasi penjualan di Jakarta yang dikhususkan bagi industri fashion, yakni Thamrin City dan Pasar Mayestik.
Namun yang selama ini berusaha di Mayestik dikatakan Svida merupakan pelaku industri fashion kelas kecil."Kalau bisa update yang di Mayestik diberi pelatihan atau seperti apa. Sehingga nantinya Jakarta juga punya experience fashion shopping yang lengkap," tandasnya.


Komentar