HARIAN NEGERI - Jakarta, Peran generasi muda sangat dibutuhkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Hal tersebut dikatakan Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah saat menghadiri dan memberikan pengarahan pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) 2026 dengan tema “Eratkan Ikatan Rengkuh Masa Depan” di Kota Tangerang Selatan, Minggu (1/2/2026).

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop) Destry Anna Sari, Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Muhammad Agil Nuruzzaman, serta para pimpinan dan pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah.

IMG-20260201-WA0039
 

Dalam sambutannya, Farida mengatakan, bahwa generasi muda harus menjadi pelopor terbentuknya Kopdes Merah Putih.

"Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama atau IPNU bisa mendukung, menggerakkan, dan juga menyuarakan keberadaan program Kopdes Merah Putih kepada para pemuda di lingkup IPNU pusat maupun daerah-daerah," ujar Farida, saat memberikan sambutan.

Tak hanya itu, Farida juga mengajak para pemuda di lingkup IPNU pusat maupun daerah-daerah, untuk ikut bergabung dalam kesuksesan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Sebab, hal itu menjadi program strategis nasional dalam upaya pemerataan ekonomi di desa.

“Makanya, kami dari Kementerian Koperasi mengajak generasi muda untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ungkap.

Dalam kesempatan itu, Farida juga menjelaskan bahwa pengembangan usaha dari Kopdes Merah Putih yakni, ada gerai sembako, gerai obat murah atau apotek desa, gerai kantor koperasi, gerai unit simpan pinjam, serta gerai pergudangan dan logistik.

Lebih lanjut Farida, mengungkapkan bahwa membentuk dan mengelola Koperasi Desa Merah Putih itu ada serta harus dilakukan secara digital.

“Makanya kita lahirkan Simkopdes atau sistem informasi manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Sehingga seluruh administrasi, transaksi, jual beli, hingga potensi desanya, harus tercatat secara digitalisasi,” lanjutnya.

Farida menambahkan juga Kalau ini digitalisasi desa, maka yang paling bisa mengoperasikan adalah generasi muda. Apalagi digital terus tumbuh dan berkembang.

“Sehingga yang seharusnya menjadi pengurus koperasi itu adalah anak-anak muda. Kenapa? Jangkauannya luas, pergerakannya tidak terbatas, kreativitasnya tinggi. Semakin kreatif pengurus dan anggotanya, maka peluang usahanya semakin tinggi,” tambahnya.

Farida juga menginginkan, peran serta generasi muda dalam pengembangan Kopdes Merah Putih sangat dibutuhkan. Sebab, anak muda dinilai mampu mengemas koperasi lebih menarik perhatian di media sosial. Selain itu, generasi muda bisa menghubungkan koperasi dengan supplier, distributor, melalui platform online.

"kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih itu sangat relevan dengan gerakan anak-anak pelajar atau pemuda. Saya kira pelajar atau anak muda itu tidak hanya urusan ilmunya, tapi manajemen potensi usaha ekonomi juga harus dimiliki. Artinya, pemuda harus bisa memanfaatkan momentum dan melihat potensi yang ada di program Kopdes Merah Putih,” tutupnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari yang mendampingi Wamenkop Farida menyampaikan bahwa Kemenkop juga sudah menyiapkan platform pembelajaran digital yaitu di talenta koperasi.id.

“Kami mengajak generasi muda untuk belajar dari web talenta koperasi.id. Nanti bisa belajar mengelola koperasi. Kita bisa melihat potensi daerah. Artinya, kita bisa melihat peluang untuk berbisnis di Kopdes," ungkap Anna Sari.

Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Muhammad Agil Nuruzzaman menyambut baik dengan program yang dicanangkan oleh pemerintah. Karena itu, pihaknya mengapresiasi dan mendukung program Kopdes Merah Putih.

“Saya mengajak kepada para pimpinan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama untuk menyampaikan pesan baik tentang program pemerintah ini kepada para anggotanya, sekaligus mengajak untuk bergabung dan menjadi bagian dalam program Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama di desa dan kelurahan,” ucap Muhammad Agil.