BAKAUHEUNI, HARIANNEGERI — Pergerakan arus balik Angkutan Lebaran 2026 dari Sumatera menuju Jawa terpantau ramai namun tetap terkendali. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan berjalan optimal demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan pengguna jasa.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa pola arus balik tahun ini cenderung lebih merata. Hal ini menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional, khususnya di lintasan utama penyeberangan.
“Distribusi arus yang lebih merata menjadi fondasi penting dalam menjaga kelancaran layanan. Dukungan kesiapan armada, optimalisasi operasional, serta kesadaran masyarakat untuk menghindari periode puncak sangat menentukan keberhasilan layanan penyeberangan,” ujarnya.
Berdasarkan data Posko Bakauheni, realisasi kumulatif penumpang yang kembali ke Jawa sejak 22 Maret hingga 27 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+5) tercatat sebanyak 543.440 orang, atau sekitar 60 persen dari total 898.864 orang yang berangkat dari Jawa saat arus mudik (H-10 hingga H).
Sementara itu, jumlah kendaraan yang telah kembali mencapai 144.039 unit, atau 60 persen dari total 239.920 unit saat periode mudik. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 40 persen pemudik yang diperkirakan akan kembali dalam beberapa hari ke depan.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP terus memperkuat kesiapan operasional melalui berbagai strategi adaptif berbasis kondisi lapangan. Langkah tersebut meliputi penyesuaian pola operasi kapal sesuai tingkat kepadatan, pengalihan arus kendaraan secara situasional, serta penerapan delaying system terintegrasi di sejumlah buffer zone guna mengurai antrean.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa kebijakan stimulus turut berperan penting dalam mendistribusikan arus balik secara lebih merata. Penerapan tarif tunggal di Pelabuhan Bakauheni sejak 23 hingga 29 Maret 2026, serta program diskon tiket pada periode 12–31 Maret 2026, dinilai efektif mendorong pergerakan masyarakat.
“Hingga 26 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp24,2 miliar atau 68,08 persen dari target. Tingkat realisasi pengguna yang telah boarding bahkan mencapai 93,98 persen. Ini menunjukkan tingginya respons masyarakat terhadap kebijakan yang kami hadirkan,” jelasnya.
Secara keseluruhan, total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa sejak H-10 hingga H+5 tercatat sebanyak 977.990 orang, meningkat 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total kendaraan mencapai 234.430 unit, naik 9,1 persen.
Adapun pergerakan dari Jawa ke Sumatera tercatat sebanyak 1.175.918 penumpang atau meningkat 2,9 persen, dengan total kendaraan mencapai 300.717 unit, tumbuh 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan berbagai langkah strategis yang dijalankan, ASDP optimistis layanan penyeberangan akan tetap terjaga hingga akhir periode arus balik. Konsistensi pelayanan menjadi kunci untuk menghadirkan perjalanan yang lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.


Komentar