HARIAN NEGERI - Tangerang, (25 Juni 2026), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Cendekia Abditama menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader dalam bidang kepemimpinan dan tata kelola organisasi. Pada kesempatan tersebut, Hizazil Fikri Mujaki selaku Sekretaris Wilayah BEM PTNU Banten hadir sebagai pemateri dengan membawakan materi Teknik Sidang Organisasi.
Materi teknik sidang diberikan sebagai bekal dasar bagi peserta dalam memahami mekanisme pengambilan keputusan di forum organisasi. Dalam pemaparannya, Hizazil menjelaskan berbagai aspek penting dalam persidangan, mulai dari struktur pimpinan sidang, tata tertib forum, jenis-jenis ketukan palu, mekanisme interupsi, hingga proses pengambilan keputusan melalui musyawarah maupun voting.
Menurutnya, teknik sidang bukan sekadar prosedur formal organisasi, melainkan instrumen demokrasi yang bertujuan menciptakan forum yang tertib, partisipatif, dan mampu menghasilkan keputusan yang berkualitas. Penguasaan teknik persidangan menjadi kebutuhan penting bagi kader mahasiswa agar mampu mengelola forum secara efektif, sekaligus menjaga marwah organisasi melalui proses pengambilan keputusan yang demokratis dan bertanggung jawab.
“Forum sidang sejatinya merupakan laboratorium demokrasi bagi mahasiswa. Di dalamnya, setiap gagasan diuji melalui argumentasi, setiap perbedaan diselesaikan melalui musyawarah, dan setiap keputusan lahir melalui mekanisme yang disepakati bersama. Karena itu, kader organisasi harus memahami teknik sidang bukan hanya sebagai aturan forum, tetapi sebagai instrumen untuk merawat budaya demokrasi dan tradisi intelektual,” ujar Hiazil Fikri Mujaki.
Ia juga menegaskan bahwa kualitas sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program kerja yang dijalankan, tetapi juga oleh kualitas forum-forum pengambilan keputusan yang mampu melibatkan seluruh elemen secara partisipatif.
“Organisasi yang sehat adalah organisasi yang mampu mengelola perbedaan pandangan menjadi kekuatan kolektif. Teknik sidang mengajarkan kedisiplinan berpikir, etika berpendapat, serta tanggung jawab dalam mengambil keputusan. Nilai-nilai inilah yang perlu terus ditanamkan kepada kader mahasiswa,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan simulasi persidangan dan diskusi berbagai persoalan yang kerap muncul dalam forum organisasi mahasiswa. Peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung peran sebagai pimpinan sidang maupun peserta sidang guna memperkuat pemahaman terhadap materi yang disampaikan.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami teknik persidangan secara komprehensif, sehingga dapat mengelola forum organisasi secara profesional, demokratis, dan sesuai dengan prinsip-prinsip musyawarah yang menjadi landasan dalam kehidupan berorganisasi.
Training of Trainers ini menjadi salah satu bentuk komitmen FTIK Universitas Cendekia Abditama dalam mencetak kader yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen organisasi yang baik sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang penguatan kapasitas mahasiswa dalam membangun budaya organisasi yang partisipatif, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.


Komentar