HARIAN NEGERI, Jakarta - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, M Taufik Zoelkifli, menilai Pemprov DKI perlu memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan dalam menjaga stabilitas harga, terutama di tengah ancaman fenomena El Nino Godzilla yang diprediksi berlangsung pertengahan April hingga Oktober 2026.
"Cadangan pangan daerah harus aktif,"
Taufik menekankan pentingnya BUMD pangan berperan sebagai penjaga stabilitas harga, bukan hanya sebagai pedagang beras. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memperkuat cadangan pangan daerah secara dinamis dan taktis.
Ketika harga naik, cadangan pangan harus segera dilepas ke pasar. Sebaliknya, saat harga turun, stok dapat ditahan untuk menjaga keseimbangan. Selain itu, Taufik mendorong kontrak pasokan jangka menengah dengan daerah produsen untuk menghindari kelangkaan.
Diversifikasi sumber pasokan pangan juga ditekankan agar Jakarta tidak tergantung pada satu daerah produksi saja. Distribusi pangan perlu diperkuat dengan perluasan operasi pasar murah dan pemanfaatan sistem distribusi digital guna menekan spekulasi harga.
Taufik menegaskan pentingnya transformasi sistem pangan Jakarta dari reaktif menjadi lebih antisipatif dan adaptif terhadap berbagai tantangan, termasuk El Nino. Jakarta harus memiliki sistem pangan yang siap menghadapi krisis dengan berbagai strategi yang telah disiapkan sebelumnya.


Komentar