HARIAN NEGERI - TANGERANG, Dugaan kasus penggelapan yang melibatkan seorang oknum pegawai Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang berinisial S mulai menjadi sorotan. Namun, jajaran manajemen perusahaan pelat merah tersebut masih enggan memberikan keterangan secara rinci terkait kasus yang diduga merugikan sejumlah pelanggan hingga puluhan juta rupiah.

Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Benteng, Joko Surana, hanya memberikan pernyataan singkat saat dikonfirmasi mengenai dugaan kasus tersebut. Menurutnya, persoalan yang melibatkan pegawai berinisial S saat ini tengah diproses oleh pihak internal perusahaan.

"Ke Pak Budi (Manager Hubungan Pelanggan). Lagi proses. Nanti konfirmasi ke Pak Budi saja. Satu pintu ya, Bang," ujar Joko Surana.

Sebelumnya, beredar informasi mengenai dugaan penggelapan pembayaran yang dilakukan oleh oknum pegawai berinisial S. Nilai dugaan penggelapan tersebut disebut-sebut mencapai puluhan juta rupiah.

Selain itu, muncul informasi bahwa oknum pegawai tersebut telah memenuhi panggilan penyidik di Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota terkait laporan yang dilayangkan oleh sejumlah pihak yang mengaku menjadi korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pegawai berinisial S diketahui mendatangi Polres Metro Tangerang Kota pada Rabu, 3 Juni 2026 lalu.

"Sudah ke Polres, Rabu lalu," ungkap seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, wartawan mencoba meminta konfirmasi kepada pihak Perumda Tirta Benteng. Namun hingga kini, perusahaan belum memberikan penjelasan resmi terkait perkembangan kasus tersebut.

Humas Perumda Tirta Benteng, Yayan, mengaku belum memperoleh informasi maupun arahan khusus terkait dugaan kasus yang menyeret salah satu pegawai perusahaan tersebut.

"Belum ada atensi mengenai hal tersebut," kata Yayan melalui pesan WhatsApp.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Perumda Tirta Benteng mengenai status hukum oknum pegawai berinisial S serta perkembangan penanganan kasus dugaan penggelapan tersebut.