HARIAN NEGERI, Jakarta - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta mengadakan kegiatan edukasi bertema "Kenali, Pahami, dan Gunakan Obat Bahan Alam secara Aman dan Tepat" di Jalan Warakas IV, Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300 peserta, termasuk warga dan komunitas JakLingko Jakarta Utara. Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati, menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi obat bahan alam yang aman dan bermutu.
Sofiyani mengingatkan bahwa obat bahan alam yang mengandung bahan kimia obat (BKO) dapat berbahaya dan menyebabkan gangguan kesehatan serius. Ia menekankan bahwa penambahan BKO seperti tramadol dan parasetamol sering memberikan efek instan, namun berisiko tinggi bagi kesehatan dalam jangka panjang.
Beberapa produk obat bahan alam yang mengandung BKO dan dilarang beredar antara lain Tawon Liar, Wan Tong, Cobra X, dan Tongkat Arab. Melalui kegiatan ini, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap peredaran produk obat dan makanan ilegal yang berpotensi mengandung bahan berbahaya.
Masyarakat juga dianjurkan untuk memanfaatkan aplikasi BPOM Mobile guna memeriksa nomor izin edar produk dan melaporkan produk ilegal. Sofiyani mengingatkan untuk selalu menerapkan prinsip Cek KLIK, yaitu cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa sebelum membeli dan mengonsumsi produk obat dan makanan.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, turut mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan demi meningkatkan kualitas hidup. Ia berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi obat bahan alam yang aman.
BBPOM berkomitmen untuk memastikan produk obat dan makanan yang beredar aman untuk dikonsumsi. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan produk mencurigakan kepada BBPOM.


Komentar